BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bengkulu kini semakin giat melakukan patroli di berbagai lokasi yang dianggap rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (*karhutla*). Langkah proaktif ini diambil seiring dengan kondisi cuaca yang panas, di mana fenomena La Nina dapat meningkatkan risiko kebakaran. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu, Yuliansyah, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pihaknya lebih menekankan pada aktivitas patroli di area-area yang berisiko tinggi. "Kondisi cuaca saat ini sangat kondusif bagi terjadinya kebakaran lahan. Oleh karena itu, kami memperkuat kegiatan pemantauan dan patroli," ujarnya. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Pemkot dan Polresta Bengkulu, terdapat beberapa lokasi yang diprediksi rentan terhadap kebakaran. Di antara titik-titik tersebut adalah Pantai Pajang, Lapangan Golf, kawasan Selebar Kampung Melayu, dan Sungai Hitam. "Pos-pos kami terletak tidak jauh dari lokasi-lokasi itu, sehingga petugas kami selalu dalam keadaan siaga. Apabila ada informasi mengenai kebakaran, kami akan segera bergerak untuk memadamkan api," tambah Yuliansyah. Dengan mengingat kondisi saat ini, ia juga menghimbau masyarakat di Kota Bengkulu untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan dan sampah di sekitar rumah. "Kami ingin masyarakat menyadari bahwa tindakan ini sangat berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar," tegasnya. Lebih lanjut, Dinas Damkar Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat, agar mereka tidak membakar sampah maupun lahan, terutama di musim kemarau yang bisa menambah risiko kebakaran. Pada Agustus 2024, tercatat puluhan kasus kebakaran lahan terjadi di kawasan ini, yang semakin memperkuat urgensi campur tangan pihak berwenang. Koordinasi antara Dinas Damkar dan kepolisian, termasuk angggota bhabinkamtibmas, terus dilakukan untuk memastikan pengawasan yang lebih efektif. Masyarakat pun diharapkan aktif melaporkan apabila melihat atau menemukan kebakaran lahan. "Kami sangat mengharapkan partisipasi masyarakat untuk menjaga keselamatan bersama. Jangan sampai kondisi ini memaksa warga memakai masker akibat dampak asap kebakaran," tutup Yuliansyah. ANTARA