SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Perdagangan internasional yang melibatkan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat surplus yang signifikan sebesar 1,66 miliar dolar AS pada bulan Juli 2024. Angka ini meliputi baik komoditas minyak dan gas (migas) maupun nonmigas. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana Nababan, menjelaskan bahwa surplus tersebut didominasi oleh perdagangan nonmigas yang mencapai 1,71 miliar dolar AS. Namun, sektor migas mencatatkan defisit sebesar 54,71 juta dolar. Total nilai ekspor Provinsi Kaltim pada bulan Juli adalah 2,02 miliar dolar AS, mengalami penurunan 7,80 persen dibandingkan dengan bulan Juni 2024. Dari total ekspor tersebut, ekspor migas tercatat sebesar 181,70 juta dolar, mengalami penurunan 5,22 persen, sementara ekspor nonmigas berada di angka 1,84 miliar dolar AS, yang juga mengalami penurunan sebesar 8,05 persen. Dari segi golongan barang, terdapat peningkatan nilai ekspor nonmigas yang paling signifikan pada golongan barang besi dan baja, dengan kenaikan mencapai 14,28 juta dolar atau setara dengan 121,95 persen. Sebaliknya, penurunan terdalam di sektor nonmigas terjadi pada golongan barang bahan bakar mineral, yang mengalami penurunan sebesar 135,12 juta dolar AS atau 8,26 persen. Dalam hal impor, Provinsi Kaltim mencatatkan total impor sebesar 362,98 juta dolar AS pada bulan Juli 2024. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 9,54 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kenaikan nilai impor nonmigas terbesar tercatat pada golongan barang mesin dan peralatan mekanis, dengan nilai tambahan sebesar 24,47 juta dolar AS atau 49,18 persen. Namun, penurunan nilai impor terbesar tercatat pada golongan produk kimia, yang merosot sebesar 8,97 juta dolar atau mengalami penurunan 55,68 persen. Dari segi golongan penggunaan barang, golongan barang konsumsi mengalami penurunan terdalam sebesar 75,47 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara itu, golongan barang bahan baku mengalami penurunan 13,54 persen, diikuti oleh golongan barang modal yang mencatatkan peningkatan sebesar 56,31 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Provinsi Kaltim sepanjang periode Januari hingga Juli 2024 tercatat sebesar 14,18 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 14,92 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam kurun waktu tersebut, komoditas pertambangan tetap menjadi andalan ekspor Kaltim, memberikan kontribusi sebesar 73,44 persen. Sementara itu, hasil industri menyumbang 16,61 persen, dan ekspor migas berada di posisi ketiga dengan kontribusi 9,78 persen. ANTARA