**Borneonews - Jakarta**, Tim sukses untuk calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan komunikasi dengan mantan warga Kampung Bayam. Ini adalah langkah yang diambil terkait dengan dampak pembangunan Hunian Pekerja Pendukung Operasional (*HPPO*) di Jakarta International Stadium (*JIS*).
Juru Bicaranya, Chico Hakim, mengungkapkan bahwa mereka akan berupaya menjalin dialog dengan para mantan penghuni Kampung Bayam. Pada sebuah kesempatan di Warung Garasi Si Doel yang berlokasi di Cilandak, Jakarta Selatan, Chico menyampaikan, "Kita coba akan komunikasi dengan teman-teman di Kampung Bayam."
Rencana pertemuan dengan salah satu perwakilan eks warga Kampung Bayam yaitu Furqon juga telah disiapkan. Chico memastikan bahwa para mantan warga tersebut akan tetap memiliki akses untuk tinggal di sekitar area tersebut agar kebutuhan dan kenyamanan mereka terjaga dengan baik.
Lebih lanjut, dia menyatakan, "Kita akan bicara bagaimana supaya mereka bisa tetap tinggal di kawasan yang dekat dengan kegiatan ekonomi mereka, kegiatan anak-anaknya sekolah." Hal ini menunjukkan perhatian mereka terhadap kesejahteraan mantan warga Kampung Bayam.
Chico menekankan bahwa masalah antara PT Jakarta Propertindo (*Jakpro*) dan eks warga Kampung Bayam tidak dapat diselesaikan dengan cara instan. Diperlukan waktu dan pendekatan bertahap untuk mencapai solusi yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
Dia juga memahami bahwa permasalahan yang terjadi di Kampung Bayam berakar dari pembangunan JIS. Dia menambahkan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pernah berdiskusi dengan warga terkait solusi, namun langkah tersebut terhenti ketika Pejabat Sementara Gubernur tidak melanjutkan rencana yang telah disusun.
Sebelumnya, PT Jakarta Propertindo sebagai pengembang telah memberikan kompensasi lokasi bagi warga yang hunian mereka dibongkar, dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan. Mereka mencairkan dana sebesar Rp13,9 miliar untuk 642 kepala keluarga mantan warga Kampung Bayam, sebagai realisasi dari program rencana aksi pemukiman (*Resettlement Action Plan/RAP*).
Sebagai catatan, pada akhir November 2023, ditemukan ada 19 kepala keluarga eks warga Kampung Bayam yang menempati HPPO secara terpaksa dan melanggar ketentuan yang berlaku. Situasi ini pun dilaporkan oleh Jakpro kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
ANTARA
Tim Pramono-Rano Jalin Komunikasi dengan Eks Warga Kampung Bayam
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Seruyan Tekankan Ketahanan Pangan dan Harga Sembako Terjangkau
Ekonomi Palangka Raya Terganggu Akibat Karhutla Berkepanjangan
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Petani Rakumpit Gagal Panen Akibat Diserang Karhutla
Kadistanketpang Palangka Raya Tinjau Penyiapan Lahan Penangkaran Rusa di Kanarakan
Pemprov Kalteng Siapkan Bantuan Pangan untuk Hampir 5.000 Penerima Terdampak Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







