PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Palangka Raya mencatat, pada awal bulan September, ada 3 rumah kosong yang terbakar diduga akibat korsleting listrik.

Kejadian ini tentunya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam mengelola asetnya, terutama rumah kosong.

Kepala Diskarmat Palangka Raya, Gloriana Aden, mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi rumah kosong.

"Kami mengimbau agar masyarakat selalu memeriksa kondisi rumah kosong secara berkala, memastikan tidak ada sumber api yang potensial, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar," ujar Gloriana, Jumat, 6 September 2024.

Gloriana menjelaskan, kebakaran di rumah kosong seringkali disebabkan oleh berbagai faktor, seperti  kebocoran instalasi listrik, puntung rokok yang tidak dimatikan dengan benar, atau bahkan pembakaran sampah yang tidak terkendali.

--page

"Rumah kosong memang tidak berpenghuni, namun bukan berarti bebas dari potensi bahaya kebakaran,, masyarakat harus tetap waspada dan proaktif dalam mencegah terjadinya kebakaran." tegasnya.

Diskarmat Palangka Raya juga akan terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran.  Selain itu, Diskarmat akan meningkatkan patroli di wilayah rawan kebakaran, khususnya di rumah-rumah kosong.

"Saya berharap dengan upaya ini, kejadian kebakaran di rumah kosong dapat diminimalisir dan masyarakat dapat lebih aman dalam menjalankan aktivitasnya," pungkasnya. (PATHUR/Y)