JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Promosi untuk kawasan Asia Timur, Asia Tengah, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika dari Kementerian Investasi/BKPM, Cahyo Purnomo, menyampaikan bahwa pameran Asia Gift Fair 2024 berperan penting dalam menarik minat investasi dari Tiongkok ke Indonesia. Kegiatan pameran ini diharapkan dapat menawarkan berbagai peluang yang menarik bagi masyarakat Tiongkok untuk berinvestasi di tanah air. Cahyo menyatakan kepercayaannya bahwa melalui acara tersebut, Tiongkok akan semakin melirik Indonesia sebagai lokasi investasi yang menjanjikan. Ia juga menekankan pentingnya hubungan strategis antara kedua negara, mengingat total investasi yang sudah direalisasikan dari Tiongkok ke Indonesia sejak tahun 2019 hingga semester pertama 2024 mencapai angka yang signifikan, yakni 32,3 miliar dolar AS. Dia menambahkan bahwa pada periode semester pertama tahun 2024, investasi yang berasal dari Tiongkok hampir mencapai 4 miliar dolar AS. Pencapaian tersebut menunjukkan potensi besar dalam aliran investasi dari Negeri Tirai Bambu ke Indonesia. Pameran yang berlangsung dengan menampilkan berbagai produk dari kategori peralatan rumah tangga, alat dapur, hingga kebutuhan sehari-hari ini, diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Indonesia dan Tiongkok, terutama dalam bidang investasi. Josephine Lee, Chief Operating Officer dari RX Greater China, mengungkapkan bahwa Indonesia telah dipilih sebagai lokasi pameran karena perannya yang penting sebagai mitra. Dia optimis bahwa pameran yang berbasis *business to business* (b2b) ini akan berkontribusi pada perkembangan perekonomian di Indonesia. Dengan lebih dari 300 peserta yang berpartisipasi dan telah melalui proses kurasi yang ketat, Josephine percaya bahwa stan yang ditampilkan akan dapat memenuhi permintaan pasar Indonesia yang terus berkembang. Pameran yang berlangsung dari 6 hingga 8 September 2024 ini diharapkan mampu menjalin kemitraan untuk produk-produk yang diminati, sehingga dapat meningkatkan penjualan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengecer lokal di Indonesia. ANTARA