BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 15.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima bantuan produktif dari Pemerintah Provinsi Kalteng.
"UMKM adalah tulang punggung ekonomi di Kalteng. Bantuan ini merupakan langkah kami untuk memastikan bahwa para pelaku usaha kecil bisa bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi saat ini," kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Jumat, 6 September 2024.
Ia memberikan bantuan UMKM tersebut secara simbolis saat pembukaan gebyar UMKM 2024 wilayah barat di Taman Kota Sampit.
Dia menuturkan, program ini merupakan upaya mendorong pengembangan ekonomi melalui sektor usaha kecil. Karena UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi daerah dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Adapun bantuan produktif ini disalurkan kepada 15.000 pelaku UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Kalteng. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu.
--page
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Tengah Norhani mengatakan, bantuan ini bertujuan untuk mendukung pelaku UMKM agar bisa terus mengembangkan usahanya dan meningkatkan daya saing.
Ia mengatakan, terdapat kurang lebih 164.631 pelaku UMKM di Kalteng. Meski jumlahnya besar, banyak dari mereka masih membutuhkan dukungan dalam hal modal, literasi bisnis, dan akses pasar. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus melakukan berbagai program pembinaan untuk mendukung mereka.
"Terutama untuk usaha mikro, fokus kami ke depan memberikan edukasi agar produk-produk yang dihasilkan lebih higienis, bersertifikat halal, dan lain-lain," tandas Norhani. (DEWI PATMALASARI/Y)









