JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dinas Pengamanan dan Sandi TNI Angkatan Udara (Dispamsanau) telah melaksanakan pelatihan intensif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan personelnya dalam menghadapi ancaman serangan siber. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Graha Antariksa, Lanud Husein Sastranegara, pada hari Kamis, 5 September. Kepala Satuan Siber Dispamsanau, Kolonel Sus Tri Priyo Widodo, dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa kegiatan yang dinamakan *Safari Siber* ini dirancang untuk memberikan wawasan tentang berbagai ancaman siber yang dapat memengaruhi keamanan data dan informasi, baik dalam konteks kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan TNI Angkatan Udara. Priyo menekankan pentingnya pelatihan ini mengingat bentuk-bentuk serangan yang dapat mengancam ketahanan negara saat ini tidak lagi terbatas pada bentukan fisik, tetapi juga melalui ranah siber. Serangan di dunia maya memiliki potensi yang cukup besar untuk mengganggu stabilitas suatu negara melalui manipulasi informasi yang dapat memengaruhi opini publik. Selain itu, ancaman siber dapat berisiko terhadap keamanan data strategis yang dimiliki oleh pemerintah. Oleh karena itu, Dispamsanau berkomitmen untuk memperkuat sistem keamanan siber dengan menyelenggarakan pelatihan mendalam bagi seluruh personelnya. Dalam kesempatan ini, para peserta diberikan pengetahuan mengenai berbagai teknologi dan sistem yang berfungsi sebagai perlindungan data. Pelatihan ini juga mencakup simulasi praktis tentang bagaimana cara menghadapi serangan siber. Selain itu, peserta diberi ruang untuk berdiskusi mengenai tantangan dan permasalahan terkait keamanan siber yang sering mereka hadapi di lapangan. Kolonel Priyo berharap, melalui program ini, TNI Angkatan Udara dapat memiliki sumber daya manusia yang kompeten dalam menangkal ancaman siber. Ia juga menambahkan harapannya agar setiap personel mampu meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah preventif guna menjaga keamanan informasi, khususnya di area kerja masing-masing. ANTARA