SEMARANG –
**Borneonews - Temanggung**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung melakukan upaya krusial dengan mendistribusikan air bersih kepada beberapa desa yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang sedang berlangsung. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah tersebut. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, menginformasikan bahwa saat ini lembaganya sudah menyalurkan bantuan air bersih ke 14 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Kecamatan-kecamatan yang terlibat meliputi Bulu, Jumo, Kranggan, Ngadirejo, Selopampang, Tembarak, dan Tretep. Totok menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, daerah yang teridentifikasi mengalami kekeringan serupa mencakup Kecamatan Bulu, Jumo, Kranggan, Ngadirejo, Selopampang, Tembarak, Tretep, serta Pringsurat, Kandangan, Kaloran, dan Gemawang. Hal ini menunjukkan bahwa situasi kekeringan bisa menjadi masalah berulang yang perlu ditangani dengan serius oleh pihak terkait. Saat ini, BPBD telah menyediakan 20 tangki air sebagai bagian dari respons terhadap kondisi kekeringan. Ditambahkannya, pihaknya telah mempersiapkan cadangan air bersih sebanyak 115 tangki yang dananya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Temanggung untuk mendukung upaya penanganan pada tahun ini. Untuk memperoleh bantuan tersebut, Totok menjelaskan bahwa pihak desa harus mengajukan permohonan resmi melalui surat. "Ketika bantuan air bersih akan dikirimkan, desa perlu menghubungi kami baik melalui telepon langsung maupun aplikasi *WhatsApp*, agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan baik dan tidak bepergian saat proses pengiriman berlangsung," ungkapnya. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi sekaligus membantu mengurangi dampak negatif dari kekeringan yang sedang melanda. ANTARA