**Borneonews - Medan**, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara telah memulai uji coba penerapan teknologi *Face Recognition Boarding Gate* di Stasiun Medan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kemudahan bagi penumpang dalam proses pemeriksaan tiket sebelum mereka naik kereta api.
Manajer Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Solikin, mengungkapkan bahwa *Face Recognition Boarding Gate* adalah sarana yang memfasilitasi proses boarding di area pemeriksaan tiket. Fasilitas ini dilengkapi dengan kamera yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan memvalidasi identitas penumpang melalui scan wajah. Data wajah penumpang telah terintegrasi dengan informasi tiket yang ada dalam sistem boarding KAI.
Dengan teknologi ini, proses boarding semakin efisien. Penumpang hanya perlu melakukan pemindaian wajah di *Face Recognition Gate* tanpa perlu menunjukkan KTP atau mencetak tiket mereka. Saat ini, terdapat dua unit mesin *Face Recognition* yang sedang diuji coba di Stasiun Medan.
Untuk menggunakan layanan ini, pelanggan cukup melakukan registrasi sekali, baik melalui aplikasi *Access by KAI* atau langsung di stasiun. Proses pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah: pengguna hanya perlu mengakses menu akun, memilih opsi Registrasi *Face Recognition*, dan mengikuti langkah-langkah panduan yang diberikan.
Petugas layanan khusus di Stasiun Medan akan membantu pelanggan dalam proses registrasi. Proses ini tidak dapat diwakilkan, dan pelanggan diwajibkan membawa e-KTP. Registrasi dapat segera dilaksanakan dengan menempelkan e-KTP pada perangkat *reader* dan menyentuhkan jari telunjuk pada pemindai yang terintegrasi.
Bagi para penumpang yang tidak memiliki e-KTP, seperti anak-anak atau jika e-KTP rusak, mereka tetap bisa melakukan registrasi dengan bantuan petugas yang tersedia di lokasi. "Pendaftaran hanya perlu dilakukan sekali dan akan berlaku di seluruh stasiun yang menyediakan fasilitas *Face Recognition Boarding Gate*," tambahnya.
Anwar Solikin juga menyatakan bahwa penumpang yang telah menggunakan layanan serupa pada masa lalu tidak perlu mendaftar ulang. Setelah registrasi selesai, pelanggan tidak perlu lagi mencetak boarding pass. Mereka bisa langsung menuju ke *Face Recognition Boarding Gate* saat waktu boarding telah tiba.
Setelah mengarahkan wajah ke mesin pemindai, apabila data tiket dan identitas sesuai, pintu gate akan terbuka secara otomatis. Proses pemindaian wajah dan verifikasi data yang tersimpan dalam sistem KAI berlangsung dengan cepat, sehingga mampu memperlancar antrean pada saat boarding.
Penerapan *Face Recognition Boarding Gate* diharapkan dapat semakin menyederhanakan perjalanan penumpang, membuat proses boarding menjadi lebih cepat dan praktis. Dengan penghapusan kebutuhan akan verifikasi berkas secara manual, diharapkan pengalaman perjalanan menggunakan kereta api menjadi lebih nyaman bagi pelanggan.
ANTARA
KAI Uji Coba Teknologi Face Recognition di Stasiun Medan
Bagikan:

MEDAN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Komentar (0)
Memuat komentar…







