**Borneonews - Sumbawa Barat**, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) melaksanakan observasi di Kabupaten Sumbawa Barat, yang terletak di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program percontohan kabupaten antikorupsi, yang bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan korupsi di tingkat pemerintahan daerah.
Menurut Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Rino Haruno, Sumbawa Barat telah dipilih sebagai salah satu calon untuk menjadi percontohan kabupaten/kota antikorupsi di Nusa Tenggara Barat. Penunjukan ini menunjukkan komitmen KPK dalam menangani masalah korupsi yang cenderung tinggi di tingkat daerah. Rino menjelaskan, selama periode 2004 hingga 2024, terdapat 618 kasus korupsi tercatat di kabupaten/kota di Indonesia, sehingga menjadi penting untuk memulai program percontohan untuk mencegah praktik ini.
Ia menambahkan, saat ini Sumbawa Barat dicalonkan bersama Kabupaten Lombok Utara dan Kota Mataram sebagai contoh antikorupsi untuk tahun 2025. Dalam proses ini, KPK akan mengevaluasi antusiasme pemerintah daerah dalam melaksanakan berbagai strategi dan inovasi yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi.
Observasi yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah kabupaten dalam memerangi korupsi. KPK akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengetahui apakah ada proses pemeriksaan yang aktif berlangsung. Rino menegaskan, terdapat enam indikator yang akan digunakan sebagai acuan penilaian saat observasi dilakukan. Indikator-indikator ini mencerminkan upaya pencegahan korupsi di pemerintah kabupaten.
Menurutnya, pencegahan korupsi tidak hanya melibatkan penguatan sistem, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat serta pemanfaatan kearifan lokal. Setelah observasi, KPK dan kementerian terkait lainnya akan menentukan kabupaten yang layak mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional pada tahun 2025.
Di sisi lain, Bupati Sumbawa Barat, Musyafirin, mengungkapkan harapannya agar terpilihnya Sumbawa Barat sebagai calon percontohan kabupaten antikorupsi dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat. Ia mengungkapkan rasa syukurnya, mengingat pemilihan ini bukanlah hal yang mudah, tetapi yang lebih penting adalah adanya perubahan persepsi dalam sikap masyarakat terhadap korupsi.
Bupati Musyafirin menekankan bahwa perubahan persepsi tersebut perlu diimplementasikan dalam bentuk sikap anti terhadap korupsi mulai dari individu, keluarga, hingga lingkungan kerja. Dia berharap, kegiatan ini dapat memberikan motivasi lebih bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus menggalakkan program antikorupsi, dengan harapan bahwa praktik korupsi dapat dihindari di Sumbawa Barat di masa depan.
ANTARA
KPK Lakukan Observasi Antikorupsi di Sumbawa Barat untuk 2025
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Triple-double Embiid bawa 76ers Kalahkan Bucks 127-116
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Komentar (0)
Memuat komentar…







