BANDUNG –
**Borneonews - Cimahi**, Pemerintah Kota Cimahi, yang terletak di Jawa Barat, sedang mempersiapkan hunian yang layak bagi sebuah keluarga besar yang tinggal secara bersama-sama di satu rumah. Keluarga tersebut terdiri atas 46 jiwa dan berlokasi di Kampung Cisurupan, Kecamatan Cimahi Utara. Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lima unit rumah susun sewa (*Rusunawa*) Leuwigajah sebagai salah satu langkah dalam menangani isu-isu sosial yang ada. Menurut informasi yang didapat, hunian tersebut saat ini dihuni oleh 18 kepala keluarga, sementara 46 jiwa di dalamnya merupakan total akumulasi penghuni. Hasil pendataan menunjukkan bahwa sebenarnya hanya sembilan keluarga yang tinggal di lokasi tersebut, sedangkan sembilan keluarga lainnya terdaftar dalam Kartu Keluarga, tetapi tidak lagi tinggal di sana. Ahmad menambahkan bahwa langkah relokasi ini merupakan bagian dari program Pemkot Cimahi untuk meningkatkan kualitas hidup warganya, terutama bagi mereka yang masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam hal tempat tinggal. Kebijakan ini diinisiasi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi, serta ditindaklanjuti oleh UPTD *Rusunawa* guna menyelesaikan persoalan mengenai hunian yang layak. Dia juga berharap agar keluarga yang menerima kesempatan relokasi tersebut dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru mereka. Ahmad mengimbau agar para penghuni baru ini turut menjaga ketertiban, keindahan, dan keamanan di fasilitas *rusunawa* yang mereka tempati. Ia berharap para penghuni dapat mewujudkan cita-cita dan harapan yang lebih baik dalam komunitas yang baru. Sebagai tambahan, Ahmad menyatakan komitmennya untuk terus memantau keadaan keluarga-keluarga lain di Kota Cimahi yang belum memiliki hunian yang layak. Hal ini sebagai tindak lanjut atas temuan yang menarik perhatian sebelumnya, di mana para Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (*Pantarlih*) KPU Cimahi menemukan rumah yang dihuni oleh 46 jiwa saat mereka melakukan pencocokan dan penelitian pada waktu pemilihan umum yang akan datang. ANTARA