**Borneonews - Saumlaki**, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan bahwa hadirnya Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Saumlaki yang terletak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, merupakan bukti dukungan untuk mengembangkan industri perikanan di wilayah tersebut.
Trenggono menegaskan bahwa pemerintah berencana untuk mendatangkan pasar guna menunjang operasional SKPT Saumlaki. Menurutnya, kehadiran pasar sangat penting agar produksi perikanan yang dihasilkan dapat terserap dengan baik. "Jika produksi berjalan dengan baik namun tidak ada pasar yang siap menyerapnya, tentunya akan menjadi masalah," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa banyak investor yang menunjukkan ketertarikan untuk membangun industri di Tanimbar. Ketertarikan ini didorong oleh potensi perikanan, terutama komoditas tuna, yang cukup besar di perairan Maluku. Peningkatan permintaan produk perikanan di tingkat global juga menjadi faktor pendukung.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi perikanan tangkap di Kepulauan Tanimbar mencapai sekitar 13 ribu ton setiap tahunnya, dengan komoditas utama seperti cakalang, tuna, dan berbagai ikan demersal lainnya.
Salah satu alasan mengapa para pelaku usaha berminat untuk berinvestasi di SKPT Saumlaki adalah keberadaan fasilitas perikanan yang terintegrasi. Fasilitas ini mencakup *cold storage*, pabrik es, tempat pelelangan ikan, serta dermaga yang mampu menampung kapal besar. "Kami menginisiasi ini agar industri perikanan dapat berkembang di sini dalam beberapa tahun ke depan. Kami berharap pasar yang ada dapat segera terwujud. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap akan menindaklanjuti ini. Investasi yang akan masuk merupakan kombinasi dari modal dalam dan luar negeri," ungkap Trenggono.
Menteri Trenggono juga memastikan bahwa akan ada keterlibatan masyarakat dan nelayan lokal dalam mendukung kelangsungan industri perikanan di masa mendatang. Kehadiran industri ini diperkirakan akan berdampak positif dengan terbukanya lapangan kerja baru, penyerapan hasil tangkapan nelayan, serta peningkatan nilai tambah dari produk perikanan yang dihasilkan.
Di sisi lain, Sachiko Takeda, perwakilan dari Japan International Cooperation Agency, menginformasikan bahwa pembangunan sarana dan prasarana perikanan di area seluas 2,12 hektar ini telah dimulai sejak tahun 2022 dengan investasi sekitar Rp122 miliar. Ia berharap SKPT ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memberikan nilai tambah pada produk perikanan yang mereka hasilkan. "Kami masih memiliki proyek lanjutan untuk berkolaborasi dengan KKP."
Pada kesempatan peresmian SKPT Saumlaki, Menteri Trenggono juga memberikan bantuan pemerintah berupa alat tangkap kepada para nelayan yang membutuhkan. Selain itu, ia mengunjungi kapal-kapal perikanan yang sedang bersandar di dermaga SKPT tersebut.
ANTARA
Pengembangan SKPT Saumlaki Dorong Pertumbuhan Industri Perikanan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Menyusul Moto2 dan Moto3
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Komentar (0)
Memuat komentar…







