BORNEONEWS, Palangka Raya -- Berbeda dengan 7 grup lain ISC B 2016 yang bergulir lebih dulu sejak 30 April 2016, Grup 8 digelar dengan format home tournament double round-robin. Maksudnya, kendati berlangsung di satu tempat, tetap berlangsung dua putaran.

Hal ini membuat tiap klub pesertanya akan bertemu dua kali dengan klub-klub peserta lainnya. Perbedaan format kompetisi itu didasari pada keterbatasan fasilitas dan akses di Wilayah Timur Indonesia.

Jika digelar dengan format yang sama dengan tujuh grup lainnya, yakni home and away, maka biaya yang harus dikeluarkan 6 klub penghuni grup itu dipastikan membengkak. Bahkan jumlahnya bisa lebih dari dua kali lipat dari biaya yang harus dikeluarkan klub-klub lain yang tergabung di tujuh grup lainnya.

"Bagaimana tidak, ada rute di antara enam klub itu yang membutuhkan biaya akomodasi minimal Rp20 juta per orang. Untuk itu, pada Manager Meeting ISC B 2016, operator kompetisi membuka kesempatan bagi 6 klub untuk mengajukan diri jadi tuan rumah," disampaikan promotor dalam siaran pers, Rabu (21/7/2016).

Hasilnya, dua dari enam klub yang tergabung di dalam Grup 8 di antaranya mengajukan diri. Dua klub itu adalah Kalteng Putra FC Palangka Raya dan Celebest FC Palu. (RONI SAHALA/m)