PALU –
**Borneonews - Sigi**, Pemerintah Kabupaten Sigi di Sulawesi Tengah terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur di Kawasan Danau Lindu, Kecamatan Lindu. Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat. Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, mengungkapkan bahwa salah satu strategi untuk meningkatkan perekonomian di kawasan tersebut adalah melalui penyelenggaraan Festival Danau Lindu (FDL) yang dilaksanakan di Desa Tomado, Kecamatan Lindu. Festival ini telah berlangsung sebanyak lima kali sejak pertama kali diadakan pada tahun 2009, dengan edisi terakhir pada tahun 2023. Rencananya, festival ini juga akan digelar pada tahun 2024. Irwan Lapatta menekankan bahwa festival ini harus diadakan setiap tahun, terutama di masa kepemimpinan mereka bersama Samuel Yansen Pongi. Ia menambahkan, agar pelaksanaan festival berjalan baik, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan sarana dan prasarana, seperti infrastruktur jalan dan pasokan listrik yang memadai. Namun, ia mengakui bahwa upaya untuk memperbaiki infrastruktur di Kecamatan Lindu tidaklah mudah, dan saat ini masih terus dalam proses pengembangan. Ia mencatat bahwa terdapat peningkatan signifikan pada penyelenggaraan Festival Danau Lindu tahun ini jika dibandingkan dengan edisi sebelumnya. Pemerintah daerah juga telah mendaftarkan Festival Danau Lindu ke dalam agenda kalender nasional. Rencana ini berhasil terwujud ketika pada bulan Februari 2024, kegiatan FDL resmi terdaftar dalam kalender nasional. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Irwan Lapatta berharap, dengan status festival yang terdaftar di kalender nasional, acara ini tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi yang bermanfaat. Ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan infrastruktur pada tahun 2025 mendatang akan mendukung pelaksanaan Festival Danau Lindu, yang mencakup pembangunan panggung utama, panggung untuk penonton yang permanen, gedung pertemuan, dan gudang penyimpanan. "Jadi, pada tahun ini, pemerintah daerah sudah memasukkan rencana desain perencanaan untuk pembangunan panggung permanen dan fasilitas lainnya, dengan target mulai dibangun pada tahun 2025," tambahnya. Gudang yang akan dibangun nantinya akan digunakan untuk menyimpan alat kesenian yang telah dihibahkan kepada Dewan Kesenian Kabupaten Sigi. Bupati tersebut berharap, pada Festival Danau Lindu mendatang, alat musik yang akan digunakan sudah merupakan milik daerah, sehingga dapat dikelola oleh pihak kecamatan. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan FDL dari tahun ke tahun semakin menunjukkan perbaikan, berkat evaluasi rutin yang dilakukan oleh pemerintah daerah. "Festival Danau Lindu tahun ini sudah semakin baik dibandingkan tahun sebelumnya, dan semua pembangunan infrastruktur di Kawasan Danau Lindu terus berlanjut, termasuk aksesibilitas jalan," tuturnya. Danau Lindu, yang dikenal sebagai kawasan enklave Lindu, merupakan bagian dari Kawasan Cagar Biosfer Taman Nasional Lore Lindu, dengan luas 34,88 km² dan kedalaman rata-rata 38 meter. Lokasi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut dan memiliki kekayaan keanekaragaman hayati serta kearifan budaya yang tinggi. Menurut data dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disarekraf), tingkat kunjungan wisatawan nusantara ke Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2023 mencapai lebih dari 5 juta orang. ANTARA