JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengharapkan dukungan dari Forum Betawi Rempug (FBR) dalam upayanya untuk meraih kemenangan pada Pilkada DKI Jakarta yang akan datang pada tahun 2024. Permohonan dukungan tersebut disampaikan Rano Karno saat melakukan silaturahmi di kediaman Ketua Umum FBR se-Jabodetabek, KH Lutfi Hakim, yang terletak di Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada hari Jumat. Dalam pertemuan itu, Rano Karno mengungkapkan bahwa ia memiliki hubungan yang baik dengan Kiai Lutfi dan sudah lama merencanakan kunjungan tersebut. Ia menuturkan, "Sebelumnya, saya telah menelepon Kiai Lutfi untuk menyampaikan niatan silaturahmi. Kiai menyarankan, 'Ya sudah, Doel, sekalian jumatan dan makan jengkol.'" Selanjutnya, Rano Karno juga meminta bantuan dari Kiai Lutfi terkait pencalonannya sebagai wakil gubernur. Ia menegaskan, "Saya minta bantuan, Kiai. Sekarang, saya ditugaskan di kampung sendiri, jadi saya berharap pertolonganmu." Rano menyampaikan bahwa Kiai Lutfi merespons dengan mengatakan akan membantu, meskipun tidak bisa memberikan janji pasti. Rano Karno, yang sering disapa Bang Doel, menjelaskan bahwa dia dan calon gubernur Pramono Anung melakukan pembagian tugas untuk menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Jakarta, mengingat luasnya area tersebut. "Hari ini, Mas Pramono sedang berada di lokasi lain, sedangkan saya di sini. Kami harus berbagi tugas karena Jakarta sangat luas, dan waktu yang kami miliki sangat terbatas," jelasnya. Karena kedekatan waktu pelaksanaan Pilkada pada 27 November 2024, Rano Karno mengaku tidak bisa mengunjungi semua perkampungan satu per satu. "Kami prioritaskan untuk mendatangi kampung-kampung di mana kami kurang mendapat dukungan suara, supaya dapat meningkatkan peluang menang," katanya. Sementara itu, Ketua Umum FBR se-Jabodetabek, KH Lutfi Hakim, menyatakan bahwa FBR belum dapat memberikan dukungan resmi kepada pasangan Pramono-Rano Karno. Menurutnya, ada mekanisme yang harus diikuti di dalam organisasi tersebut. Kiai Lutfi berharap agar Rano Karno dapat menyampaikan aspirasi masyarakat Betawi. "Aspirasi masyarakat harus dipertimbangkan, terlebih ketika Jakarta bukan lagi Ibu Kota Negara. Dahulu, banyak hak orang Betawi yang diabaikan atas alasan status Jakarta sebagai ibu kota," ujarnya. Dengan status Jakarta yang berubah, Kiai Lutfi berharap hak-hak masyarakat Betawi sebagai penduduk asli Jakarta bisa lebih diperhatikan. "Salah satunya adalah dorongan untuk segera adanya Perda tentang Lembaga Adat dan Pemajuan Kebudayaan Betawi," tutupnya. ANTARA