JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini lebih fokus pada pemberian dukungan modal dalam bentuk *in-kind*, sebagai upaya untuk mendorong pengembangan perusahaan-perusahaan rintisan atau *startup* yang baru berdiri di Indonesia. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan keberlanjutan dari *startup* yang dibina. Modal *in-kind* merujuk pada dukungan berupa barang, jasa, atau transaksi non-moneter, di mana pendanaan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Strategi ini diambil untuk memastikan bahwa *startup* yang dibina memiliki fondasi yang kuat, selaras dengan prinsip-prinsip *sustainability* atau keberlanjutan. Direktur Ekonomi Digital di Kemenkominfo, Bonifasius W. Pujianto, mengungkapkan bahwa bentuk dukungan yang diberikan tidak berupa *cash*, melainkan dalam wujud program pelatihan dan pengembangan keterampilan. "Kami ingin mengedepankan program yang mendukung *startup* melalui pengembangan kompetensi," ujarnya saat menjelaskan mengenai kebijakan tersebut di Kantor Kemenkominfo di Jakarta Pusat. Dalam konteks pengembangan *startup* digital, Kemenkominfo berkomitmen untuk memberikan pelatihan mengenai *soft skill* kepada generasi muda yang berminat untuk memulai *startup* dari awal. Boni menambahkan, hingga saat ini, kementerian telah meluncurkan program unggulan bernama "1000 *Startup* Digital", yang sudah ada sejak tahun 2016 dan masih berlangsung sampai hampir satu dekade. Kemenkominfo mencatat bahwa hingga tahun 2024, program ini telah berhasil melahirkan sekitar 1.600 *startup*. Program ini memberikan pendidikan yang mendalam dari para praktisi dan pelaku industri, menjelaskan berbagai tahapan dari pengumpulan ide, realisasi, hingga peluncuran *startup* yang memberikan solusi bagi masyarakat. Boni juga menekankan bahwa tantangan utama dalam mengembangkan *startup* adalah proses *nurturing* atau pengasuhan di tahap awal, karena tidak semua *startup* dapat bertahan hingga berkembang. Oleh karena itu, penguasaan dasar-dasar dalam bentuk *soft skill* diharapkan dapat mempersiapkan para pendiri *startup* agar lebih bijak dalam menghadapi berbagai kendala dan tantangan dalam proses pengembangan usaha mereka. Sejak diluncurkan, cakupan program ini telah meluas ke lebih dari 20 kota besar dengan berbagai sektor yang menjadi fokus, termasuk *agritech*, *healthtech*, *govtech*, dan *waste management*. Dalam buku putih yang berjudul "Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital 2030" yang diterbitkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pengembangan *startup* disebut sebagai salah satu strategi utama untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Kemenkominfo telah diberikan kepercayaan untuk menjadi penggerak dalam mendorong dan mempercepat pertumbuhan *startup* digital, dengan target ambisius mencapai 23 *unicorn* atau *startup* dengan valuasi di atas 1 miliar dolar AS pada tahun 2030. ANTARA