JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo, atau yang akrab disapa Tiko, memberikan jaminan bahwa kendala terkait infrastruktur teknologi yang dihadapi oleh Perum Peruri, baik dalam hal layanan *e-meterai* maupun produk lainnya, tidak akan terulang di masa yang akan datang. Tiko menjelaskan bahwa masalah yang terjadi pada laman meterai-elektronik.com disebabkan oleh lonjakan jumlah pengguna yang mendaftar secara bersamaan untuk program calon pegawai negeri sipil (CPNS). Ia mengungkapkan, "Apa yang terjadi pada *e-meterai* sebelumnya merupakan masalah kapasitas, yang kini sedang kami tinjau untuk memastikan bahwa infrastruktur Peruri tidak akan mengalami masalah serupa lagi di masa mendatang, baik pada *e-meterai* maupun produk-produk lainnya." Lebih lanjut, Tiko menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas layanan Peruri untuk mencegah kesulitan yang mungkin dialami oleh para pengguna di masa depan. "Kami berkomitmen untuk secara keseluruhan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Peruri sehingga layanan yang diberikan dapat berjalan lebih lancar dan efisien." Pada tanggal 4 September, Peruri mengalami kendala teknis yang berdampak pada pembelian dan penggunaan *e-meterai*. Hal ini tentunya menghambat pendaftaran para peserta seleksi CPNS. Peruri berupaya seoptimal mungkin untuk memulihkan layanan *e-meterai* yang sempat mengalami lonjakan penggunaan menjelang akhir masa pendaftaran seleksi CPNS. Akibatnya, layanan tersebut mengalami pelambatan hingga sulit diakses, namun saat ini, layanan tersebut sudah dapat diakses kembali oleh pengguna. Tiko juga menggarisbawahi bahwa laman *e-meterai* yang dimiliki oleh Peruri memiliki perbedaan yang signifikan dengan *Government Technology* (GovTech) Indonesia, yang lebih dikenal dengan sebutan INA Digital. Ia menjelaskan bahwa INA Digital merupakan platform digitalisasi layanan pemerintah yang terintegrasi, bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah akses layanan bagi masyarakat. INA Digital berfungsi sebagai penyedia solusi terpadu untuk berbagai layanan digital pemerintah, mencakup portal nasional dan layanan yang berhubungan dengan infrastruktur. "Sementara itu, GovTech lebih berfokus pada pengembangan aplikasi. Ini merupakan tim yang baru dibentuk dan masih dalam tahap awal," tutur Tiko menambahkan. ANTARA