PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tengah telah mengerahkan tim khusus untuk memberikan bantuan kepada pelaku usaha di Kabupaten Kotawaringin Timur. Langkah ini diambil untuk membantu mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha di lapangan. Kepala DPMPTSP Kalteng, Sutoyo, menyatakan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang mendukung dan memudahkan para pelaku usaha di wilayah Kalimantan Tengah. DPMPTSP berharap melalui kegiatan ini, para pengusaha dapat lebih mudah menjalankan bisnis mereka. Tim yang ditugaskan akan memberikan layanan fasilitasi untuk menyelesaikan masalah terkait migrasi data dan pengiriman laporan kegiatan melalui sistem *Online Single Submission - Risk Based Approach* (OSS-RBA). Menurut Sutoyo, kegiatan ini dilaksanakan langsung di kantor PT. Musirawas Citraharpindo yang berlokasi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada kemarin. DPMPTSP Kalteng mengerahkan tim yang berasal dari Bidang Pengawasan dan Pengendalian Penanaman Modal. Melalui fasilitasi ini, diharapkan pelaku usaha dapat lebih mudah merealisasikan usaha mereka dan menyampaikan laporan mengenai kegiatan berusaha. Salah satu kendala yang dihadapi oleh PT. Musirawas Citraharpindo adalah tidak sesuainya Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), yang mengakibatkan mereka tidak dapat menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Penanaman Modal DPMPTSP Kalteng, Berlianti, menambahkan bahwa dengan adanya OSS-RBA, pemerintah berharap pelaku usaha dapat mengisi data dan laporan kegiatan penanaman modal mereka secara mandiri. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa dalam praktiknya, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami cara penggunaan OSS-RBA. Berlianti menekankan bahwa bagi mereka yang mengalami kesulitan, jangan ragu untuk menghubungi help desk DPMPTSP Kalteng untuk mendapatkan bantuan. Pihak DPMPTSP berharap bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan nilai dan hasil realisasi investasi di Kalimantan Tengah. "Menjadi tugas kita untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pelaku usaha," tutup Berlianti. Sebagai informasi tambahan, Kalimantan Tengah pada tahun 2023 berhasil melampaui target investasi yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi/BKPM RI, yaitu sebesar Rp16,09 triliun. Realisasi investasi mencapai Rp19,11 triliun atau 118,74 persen dari target yang telah ditentukan. Untuk tahun 2024, Kementerian Investasi/BKPM RI telah menaikkan target investasi untuk Kalimantan Tengah menjadi Rp18,96 triliun. Pada triwulan II tahun anggaran 2024, realisasi investasi di kawasan ini telah mencapai Rp8,99 triliun, yang setara dengan 47,42 persen dari target yang ditetapkan. ANTARA