BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan kafilah yang terdiri dari 106 orang untuk berpartisipasi dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-30 yang akan berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 6 hingga 16 September 2024. Ahmad Bugdadi, selaku Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalsel, mengungkapkan bahwa kafilah tersebut resmi dilepas oleh Gubernur Kalimantan Selatan melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso. Acara pelepasan berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kota Banjarbaru, pada tanggal 5 September 2024. Keberangkatan rombongan Kalsel dibagi menjadi tiga tim. Tim pertama telah berangkat lebih awal pada 4 September 2024 untuk mengikuti pameran bazar yang diselenggarakan bersamaan dengan MTQ Nasional. Tim ini melakukan perjalanan menggunakan jalur darat. Kemudian, tim kedua yang terdiri dari sejumlah ofisial diberangkatkan pada hari ini, Jumat, 6 September 2024. Sementara itu, semua peserta, baik qari maupun qariah, serta ofisial dan pelatih, dijadwalkan berangkat pada 7 September 2024. Seluruh peserta dari Kalsel telah mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti kompetisi di MTQ Nasional dan bertekad meraih prestasi yang gemilang. Ahmad Bugdadi menegaskan bahwa kafilah Kalsel akan mengikuti semua cabang lomba yang ada dalam MTQ Nasional 2024. Sementara itu, pemerintah provinsi Kalsel menyampaikan pesan dari Gubernur H Sahbirin Noor kepada para peserta agar dapat mencapai hasil yang maksimal, sehingga mampu mengangkat nama daerah di tingkat nasional. Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportifitas dan kehormatan daerah dalam usaha meraih prestasi. Ia berharap Kafilah Kalsel dapat mempertahankan posisi tiga besar dalam kategori juara umum, seperti yang telah diraih pada MTQ Nasional ke-29 yang diselenggarakan di Kalsel pada tahun 2022. Beliau menambahkan bahwa kesuksesan MTQ Nasional sebelumnya yang berlangsung di provinsi Kalsel diharapkan dapat terulang di Kalimantan Timur, bahkan diharapkan dapat lebih baik lagi. ANTARA