MANADO –
**Borneonews - Manado**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara mengadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan data ganda dalam penyusunan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sulut, Lanny Ointu, menekankan pentingnya rakor ini sebagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan data ganda. Ia juga menegaskan perlunya memastikan bahwa setiap rekomendasi yang diberikan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terkait dengan Daftar Pemilih Sementara (DPS) telah direspons dengan baik oleh KPU di masing-masing daerah. Dalam kesempatan tersebut, Lanny menambahkan bahwa KPU harus memastikan bahwa tidak ada masalah data pemilih yang muncul di tingkat kecamatan atau kelurahan saat dilakukan pleno. Data yang telah diverifikasi kemudian akan diserahkan kembali kepada Bawaslu untuk diawasi, sehingga kelancaran pleno di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dapat terjaga. Sekretaris KPU Sulut, Meidy Malonda, juga turut menekankan pentingnya komunikasi efektif antara sekretariat dan para komisioner. Ia mengungkapkan bahwa setiap tugas dan fungsi sekretariat wajib diselesaikan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Persiapan struktur organisasi yang baru juga menjadi fokus untuk menghadapi tahapan selanjutnya. Ilham Saputra, seorang pegiat pemilu yang menjadi narasumber dalam rakor itu, menegaskan perlunya penerapan regulasi yang jelas dan akurat dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi. Ia menjelaskan bahwa regulasi yang baik akan berdampak positif terhadap proses perbaikan data, menjadikannya lebih efektif dan efisien. Hal ini juga memastikan bahwa KPU di kabupaten dan kota dapat segera menindaklanjuti setiap rekomendasi dari Bawaslu. Lanny berharap bahwa melalui rakor ini, sinergi yang lebih baik antara KPU Provinsi Sulawesi Utara dan masing-masing kabupaten serta kota dapat terwujud. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan data pemilih yang akurat dan valid, sehingga semua tahapan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dapat berjalan dengan lancar. ANTARA