BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kegembiraan terlintas di wajah para bocah Dusun Sambas, Desa Pematang, Kecamatan Kapuas Kuala, ketikan menerim bantuan peralatan sekolah dari Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat.

Sekitar 50 siswa dan tiga orang menerima bantuan alat kelengkapan sekolah seperti seragam sekolah, buku tulis, dan sepatu.

Dusun Sambas memang selama ini nyaris tidak pernah diketahui keberadaannya. Di dusun ini anak-anak harus bersekolah di sebuah gubuk beratapkan daun rumbia. Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Kapuas merasa prihatin terhadap pendidikan di dusun. Oleh karena iti mereka menggalang dana untuk membantu agar anak-anak tetap bersekolah.

Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat memgatakan, pendidikan bisa memutus rantai kemiskinan. Anak-anak Dusun Sambas harus tetap bersekolah. Walau pun keterpurukan kondisi ekonomi serta akses jalan belum begitu mendukung.

"Jangan patah semangat untuk bersekolah, karena kalianlah calon-calon pemimpin bangsa. Siapa tau salah satu dari anak-anak Dusun Sambas menjadi pejabat kelak di Kabupaten Kapuas,” kata Ben Brahim S Bahat Rabu(20/7). SAat penyerahan bantuan itu ia didampingi Ketua TP PKK Ary Egahani Ben Bahat, Ketua GOW Nor Afiaty, Ketua DKD serta sejumlah SKPD

Di dusun ini kondisi infrastruktur jalan serta jembatan penyeberangan menjadi kendala untuk aktifitas sekolah. Ben pun meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk menyediakan jembatan penyeberangan serta akses jalan bagi warga sekitar untuk melakukan aktifitas setiap hari. Selama ini warga hanya mengunakan alat transportasi sungai.

"Dinas Pekerjaan Umum segera membangun jembatan penyeberangan serta membuka akses jalan bagi warga dalam melaksanakan aktivitasnya setiap hari,” ungkapnya.

Ben meminta camat harus berjalan keliling di wilayahnya. Jangan sampai ada Dusun Sambas lain. Ben mengakui tidak pernah tau keberadaan Dusun Sambas. Oleh karena itu camat harus mengetahui informasi dan kondisi masyarakat di wilayah kerjanya.

"Saya perintahkan camat untuk selalu berkeliling mengecek warganya. Jangan hanya lebih banyak di ibu kota kecamatan. Tetapi harus turun melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat dengan keterpurukan, pendidikan seperti ini," tukas Ben.

Ia berharap, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta program kerja SKPD baik itu bantuan dari APBD dan APBN harus dirasakan oleh warga Dusun Sambas. Baik itu dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan.

"Setiap dinas segera melakukan koordinasi dengan kecamatan, potensi apa lagi yang harus dikembangkan di Dusun Sambas,” tegasnya.

Sedangkan Atah, guru di SD Dusun Sambas, meminta pemerintah daerah bukan saja membantu mereka lewat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi ada juga bantuan bibit ikan untuk pengembangan ikan air tawar mau pun bibit ternak berupa bebek.

"Kami warga masyarakat di sini hidupnya hanya bergantung pada buruan ikan di laut. Untuk menyambung hidup, maka diminta bantuan bibit ikan dan ternak. Terimakasih untuk pihak DKD yang sudah membantu untuk seragam sekolah serta perlengkapannya,”pungkasnya. (DJEMMY NAPOLEON/m)