PALANGKARAYA –
**Borneonews - Kuala Kapuas**, Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam menangani masalah stunting mendapat pengakuan dan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Penghargaan tersebut secara resmi diserahkan oleh Gubernur Sugianto Sabran dalam sebuah acara yang berlangsung di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Septedy, menjelaskan bahwa prevalensi stunting di daerah tersebut menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun 2024, angka tersebut tercatat sebesar 14,29 persen, mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 16,20 persen. Penurunan kasus stunting ini menunjukkan hasil nyata dari kerja keras yang telah dilakukan. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kapuas, Septedy mendampingi Penjabat Bupati Kapuas, Darliansjah, dalam penerimaan penghargaan. Acara penyerahan penghargaan ini berlangsung sebagai bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Septedy juga turut memberikan penjelasan mengenai program intervensi yang dilaksanakan di Kapuas. Ia mengungkapkan bahwa pada bulan Juni, intervensi dilakukan secara serentak dengan cakupan yang mencapai 100 persen. Meskipun begitu, terdapat sekitar 28,16 persen balita yang masih mengalami masalah gizi dan perlu mendapatkan perhatian lebih. Menurut Septedy, meskipun proses intervensi terus berlanjut, tantangan tetap ada, terutama dalam melibatkan seluruh sektor dalam implementasi *Intervensi Spesifik dan Sensitif Stunting* (ISPS) secara berkelanjutan. Sementara itu, Penjabat Bupati Kapuas, Darliansjah, menilai bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional ini menjadi momentum yang sangat strategis untuk memperkuat peran keluarga dalam pembangunan daerah. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat proses penurunan stunting. “Kelurga adalah penentu kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, kami bertekad untuk menyiapkan keluarga Indonesia yang berkualitas, dimulai dari upaya untuk membebaskan mereka dari ancaman stunting,” ungkapnya. Darliansjah juga menekankan pentingnya pelaksanaan intervensi yang berbasis data yang dapat diakses oleh semua sektor, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Ia berharap keterlibatan swasta dapat ditingkatkan di wilayah operasional, khususnya dalam memberikan bantuan konkret kepada masyarakat yang mengalami masalah gizi dan berisiko stunting. Di sisi lain, tujuan dari rangkaian kegiatan yang diadakan adalah untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman pemangku kepentingan serta mitra yang terlibat dalam penyelarasan Program *Bangga Kencana* dan percepatan penurunan stunting. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi untuk mengevaluasi kinerja pemerintah daerah dalam pelaporan percepatan penurunan stunting. Dalam acara yang sama, Penjabat Bupati Kapuas juga menerima Piagam Penghargaan dari Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, atas dedikasinya dalam mendukung program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana, serta percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kapuas. ANTARA