JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus berupaya untuk memperkuat ekosistem *startup* di Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah menjadikan diri mereka sebagai penghubung bagi berbagai *startup* di tanah air untuk mendapatkan pendanaan dari investor, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Total dana yang berhasil dihimpun oleh para *startup* ini mencapai 172,3 juta dolar AS, yang setara dengan Rp2,6 triliun. Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo, Bonifasius W Pudjianto, mengungkapkan bahwa pencapaian ini sangat signifikan. Ia menyatakan, "Ini cukup besar, karena jika dibandingkan dengan belanja yang kita keluarkan, dampaknya dirasakan enam kali lipat oleh para *startup*." Kemenkominfo tidak hanya fokus pada pendanaan, tetapi juga aktif membuka jejaring serta menarik perhatian para investor untuk melihat potensi yang dimiliki oleh *startup*-startup lokal. Untuk mendukung tujuan ini, kementerian telah meluncurkan program bernama HUB.ID pada tahun 2021, yang terdiri dari dua kegiatan utama. Kedua kegiatan tersebut adalah HUB.ID Accelerator yang ditujukan untuk memperluas jaringan bagi para *startup*, serta HUB.ID Summit yang berfungsi sebagai platform *matchmaking* antara *startup* dan calon investor dari kalangan modal ventura, guna mengeksplorasi berbagai peluang investasi. Hingga tahun 2023, Kemenkominfo mencatat keberhasilan memfasilitasi 63 *startup* melalui program HUB.ID. Di tahun 2024, HUB.ID akan kembali menggelar acara, kali ini berkolaborasi dengan yayasan Nexticorn, menjadikannya sebagai NextHub Global Summit. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23 hingga 25 September 2024 di Nusa Dua, Bali dan mengangkat tema "Defrosting the Tech Winter". Meski sebelumnya terjadi kondisi yang disebut sebagai "Tech Winter" dalam ekosistem *startup* di Indonesia yang mengakibatkan beberapa perusahaan *startup* tutup, Kemenkominfo tetap optimis bahwa situasi investasi di ekosistem ini akan membaik pascapandemi. Boni menekankan komitmen kementerian untuk terus mendukung pertumbuhan *startup* digital di Indonesia melalui berbagai inisiatif dan program. "Ini tidak boleh berhenti. Kami harus terus mendorong generasi muda untuk mengembangkan usaha mereka ke arah digital. Digitalisasi memiliki potensi untuk berkembang dalam berbagai aspek, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga aplikasi pada sektor-sektor strategis," tambah Boni. Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa Kemenkominfo mengawal pengembangan digital hingga ke berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, pendidikan, kesehatan, logistik, dan pariwisata. Tujuannya, agar setiap sektor dapat tumbuh dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. ANTARA