MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Pengamanan balap sepeda *Mountain Bike* (MTB) dengan nomor *Cross Country Olympic* (XCO) untuk kategori putra dan putri yang termasuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024, dilaksanakan dengan baik di Taman Hutan Raya (Tahura) di Kabupaten Karo. Polda Sumatera Utara mengonfirmasi bahwa seluruh proses pengamanan dalam acara ini berjalan aman dan lancar. Kasubid Penmas Polda Sumut, AKBP Sonny Wilfrid Siregar, mengungkapkan bahwa dalam pengamanan tersebut melibatkan sebanyak 28 personel kepolisian. Selain itu, pengamanan juga didukung oleh delapan anggota TNI, serta 28 petugas dari Dinas Perhubungan setempat. Tak ketinggalan, enam anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turut terlibat sebagai bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Harimau Sumatera (Hatra) Toba 2024. Pengamanan ini meliputi sejumlah hal penting seperti pengawasan area balapan, pemeriksaan akses secara teliti, serta pengaturan lalu lintas yang efisien di sekitar lokasi. Sonny menekankan bahwa penempatan personel di titik-titik strategis dan koordinasi yang intens dengan berbagai pihak terkait bertujuan untuk menjaga kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian acara. Lebih lanjut, Sonny menegaskan bahwa upaya pengamanan yang dilakukan telah memastikan bahwa semua kegiatan PON XXI dapat berlangsung tanpa hambatan. "Para penonton dan peserta *Cross Country Olympic* baik putra maupun putri dapat menikmati acara dengan nyaman," ujarnya. Dalam skala yang lebih besar, Polda Sumut telah menyiapkan sebanyak 4.970 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian PON XXI di Sumatera Utara. Personel gabungan tersebut mendapat dukungan penuh dari TNI serta pemerintah daerah yang memiliki hubungan langsung dengan kegiatan pengamanan. Sebelumnya, Wakil Kepala Polda Sumut, Brigjen Pol Rony Samtana, menyampaikan bahwa pengamanan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan, menciptakan kenyamanan, serta menghadirkan kesan baik bagi masyarakat, peserta, dan pengunjung yang terlibat dalam seluruh rangkaian PON. Di samping itu, Rony juga mengimbau agar masyarakat Sumatera Utara memahami adanya rekayasa lalu lintas yang mungkin terjadi, sebagai bagian dari upaya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama penyelenggaraan PON tersebut. ANTARA