**Borneonews - Bandung, Jawa Barat**, Konferensi Kereta Api ke-44 yang digelar di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 2 hingga 5 September membahas pengembangan kereta api yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di kawasan tersebut. Dengan tema "Menggerakkan Keberlanjutan melalui Inovasi Digital", konferensi ini juga menyoroti transformasi digital dalam aspek keselamatan, pelayanan, dan operasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) pada hari Jumat lalu. Konferensi yang diprakarsai oleh perusahaan kereta api milik pemerintah Indonesia ini mengundang perwakilan dari tujuh operator kereta api ASEAN lainnya, di antaranya Keretapi Tanah Melayu dari Malaysia, Vietnam Railways, Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Kamboja, Lao National Railways dari Laos, Philippine National Railways, Myanma Railways dari Myanmar, serta State Railway of Thailand. Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Indonesia Budi Karya Sumadi menekankan kemajuan pesat yang dialami sektor kereta api di Indonesia, termasuk diluncurkannya kereta api cepat pertama di ASEAN bernama Whoosh. Kereta api cepat ini mampu menghubungkan Jakarta dan Bandung dalam waktu hanya 28 menit, dengan tujuan untuk meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Kereta ini menyediakan tiga kelas tempat duduk dengan total kapasitas mencapai 601 penumpang serta ruang khusus untuk penyandang disabilitas. Budi Karya juga mengungkapkan bahwa Indonesia sedang memperluas jaringan transportasi kereta urban, di mana pembangunan MRT sedang berlangsung, di samping proyek LRT Jabodebek, dan yang terbaru adalah sistem transit rel otonom di Nusantara yang merupakan ibu kota baru. Konferensi ini mencakup beberapa sesi kelompok kerja yang berfokus pada berbagi praktik terbaik serta mengaddress tantangan utama di industri kereta api. Topik yang dibahas meliputi penerapan teknologi digital, pengembangan sumber daya manusia di sektor kereta api, pemasaran digital, transformasi layanan, serta aplikasi teknologi tinggi dalam kereta api seperti kereta cepat. Didiek Hartantyo, CEO KAI, menekankan pentingnya memperkuat kerjasama antar operator kereta api ASEAN untuk mencapai prestasi yang lebih besar dan mewujudkan semangat saling menguntungkan, kesuksesan bersama, serta ketahanan di kawasan ini. Ia menyatakan, "Tahun ini, tema kami adalah 'Menggerakkan Keberlanjutan melalui Inovasi Digital.' Kami percaya tema ini muncul dari tantangan global yang kita hadapi, termasuk kebutuhan mendesak untuk menangani perubahan iklim, meningkatkan efisiensi operasional, dan memenuhi permintaan yang semakin tinggi akan pilihan transportasi yang lebih berkelanjutan." Didiek menambahkan bahwa kemajuan teknologi dan perubahan permintaan konsumen sangat berperan dalam memfokuskan arah perusahaannya ke depan. Para delegasi juga berkesempatan untuk merasakan pengalaman menggunakan kereta Whoosh serta Kereta Panoramik yang menawarkan pemandangan yang indah sepanjang perjalanan. Selama berlangsungnya konferensi, KAI memperkenalkan penggunaan kendaraan listrik, menyediakan souvenir ramah lingkungan, serta memanfaatkan aplikasi sebagai platform informasi untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan dan inovasi digital. "Kami percaya bahwa konferensi ini tidak hanya akan memperkuat kerjasama di antara para operator kereta api, tetapi juga mempromosikan keberlanjutan dan inovasi digital dalam semangat persatuan ASEAN. Bersama-sama, kita dapat membangun masa depan di mana kereta api menghubungkan negara-negara kita dan mendukung pertumbuhan serta sukses ASEAN," tutup Didiek. ANTARA