JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Lifter asal Aceh, Bambang Wijaya, berhasil meraih medali emas pada kelas 81 kilogram putra dalam cabang angkat besi di Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara. Prestasi ini diraihnya setelah mencatatkan angkatan terbaik saat berlangsungnya kompetisi di GOR Seramoe, Banda Aceh, pada hari Jumat lalu. Bambang total berhasil mencatatkan angkatan seberat 305 kilogram, yang mengungguli dua pesaingnya. Pemenang medali perak, Misbahul Munir dari Papua Selatan, berhasil meraih total angkatan 300 kilogram, sementara wakil dari Jawa Barat, Gilbert Ramadhan, mencatatkan total 292 kilogram. Atlet berusia 23 tahun ini berhasil mengangkat beban 140 kilogram dalam angkatan *snatch*, setelah sebelumnya gagal mengangkat beban yang sama pada percobaan pertama. Dalam percobaan ketiga, Bambang juga tidak berhasil mengangkat beban 151 kilogram. Untuk angkatan *clean and jerk*, Bambang menunjukkan performa yang baik dengan berhasil mengangkat 165 kilogram pada percobaan pertama. Namun, pada dua percobaan berikutnya, yakni angkatan 181 kilogram dan 186 kilogram, dia tidak berhasil mengangkat beban tersebut. Misbahul, yang menjadi pesaing terdekat Bambang, mencatatkan angkatan *clean and jerk* yang lebih baik dengan 163 dan 167 kilogram. Akan tetapi, catatan angkatan *snatch* terbaiknya hanya 133 kilogram. Dalam usaha terakhirnya untuk melampaui Bambang di angkatan *clean and jerk*, Misbahul juga gagal ketika mencoba mengangkat 173 kilogram. Di tempat ketiga, Gilbert Ramadhan mencatatkan angkatan *snatch* 133 kilogram dan berhasil mengangkat 161 kilogram pada percobaan pertama untuk *clean and jerk*. Sayangnya, dalam dua percobaan selanjutnya, ia tidak berhasil mengangkat 166 kilogram yang menjadi targetnya. Kelas 81 kilogram putra pada PON kali ini diikuti oleh sembilan peserta. Selain Bambang, Misbahul, dan Gilbert, ada juga Triyatno yang merupakan lifter senior asal Banten. Namun, dalam kompetisi ini, Triyatno tidak menunjukkan performa yang maksimal, dengan catatan terbaik 125 kilogram untuk *snatch* dan 155 kilogram untuk *clean and jerk*. Peserta lain dalam kelas ini meliputi Hariyadi dari Sumatera Selatan, Wahyu Apriyana dari Jakarta, Tunggal Arianto dari Lampung, Alfredo Sitorus asal Sumatera Utara, dan Nazarudin dari Kalimantan Timur. Keterlibatan atlet-atlet ini menunjukkan kompetisi yang ketat dalam kelas angkat besi ini di PON 2024. ANTARA