**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo mengisyaratkan kemungkinan adanya perombakan kabinet kembali dalam Jajaran Kabinet Indonesia Maju. Hal ini terkait dengan pengunduran diri beberapa menteri yang terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. "Saya rasa itu mungkin saja terjadi," ujar Jokowi saat memberikan keterangan pers di Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari Jumat. Ia mengonfirmasi bahwa Menteri Sosial Tri Rismaharini, yang mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jawa Timur, telah menyerahkan surat pengunduran dirinya. Keputusan mengenai siapa yang akan menggantikan Rismaharini juga telah ditandatangani oleh Presiden. Namun, Jokowi tidak menyebutkan nama pengganti Rismaharini. "Saya telah menandatangani surat keputusan pengunduran dirinya, tetapi siapa penggantinya akan diumumkan kemudian," jelasnya. Sebelumnya, koordinator penasihat presiden, Ari Dwipayana, menyebutkan bahwa Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, akan menjabat sebagai menteri sementara yang menggantikan Rismaharini. Presiden Jokowi juga menambahkan bahwa hingga saat ini, ia belum menandatangani surat pengunduran untuk Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang juga mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. "Saya belum menandatangani itu," tegasnya. Pada tanggal 19 Agustus, Jokowi melakukan pelantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menggantikan Arifin Tasrif. Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga melantik sejumlah pejabat negara lainnya, antara lain Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Rosan Roeslani sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, serta Angga Raka Prabowo sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika. ANTARA