JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani dampak dari polusi udara yang berpengaruh signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Dalam pembukaan diskusi daring yang digelar untuk Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 pada hari Jumat, Budi menyampaikan bahwa permasalahan polusi udara lebih dari sekadar isu lingkungan, melainkan merupakan tantangan serius bagi sektor kesehatan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari. Menteri Kesehatan menyoroti bahwa secara global, polusi udara menjadi penyebab 7 juta kematian prematur setiap tahunnya. Di Indonesia, dampak dari masalah ini juga sangat mengkhawatirkan, di mana biaya ekonomi yang ditimbulkan mencapai sekitar 4 juta dolar AS setiap tahunnya. Biaya tersebut berasal dari pengeluaran untuk perawatan kesehatan dan penurunan produktivitas, yang mencerminkan beban nyata yang harus ditanggung oleh banyak keluarga dan komunitas di negara ini. Sebagai langkah penanganan, Kementerian Kesehatan telah melakukan integrasi data mengenai *PM2,5* dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke dalam platform daring Satu Sehat. Melalui integrasi tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi tentang kualitas udara secara real-time, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang aktivitas luar ruangan di daerah dengan polusi udara yang tinggi. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga meningkatkan kapasitas laboratorium untuk dapat mengidentifikasi jenis dan sumber polutan dengan lebih tepat. Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa peralatan canggih, termasuk *high-volume air sampler* dan kromatografi gas, serta fluoresensi sinar-X, tersedia untuk memberikan analisis yang lebih akurat terkait polusi udara. Dalam upaya edukasi kepada masyarakat, Kementerian Kesehatan terus gencar melakukan sosialisasi mengenai bahaya polusi udara dan mengingatkan pentingnya langkah-langkah perlindungan individu, seperti penggunaan masker ketika kualitas udara tergolong buruk. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami risiko dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kesehatan mereka. ANTARA