JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, baru-baru ini menyampaikan tiga pesan penting dari Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik di dunia serta Kepala Negara Vatikan, untuk masyarakat Indonesia. Pesan ini disampaikan langsung oleh Paus kepada Menag Yaqut saat mengantarkannya ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, di Tangerang, Banten, dalam rangka melanjutkan perjalanan apostolik ke kawasan Asia Pasifik. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Yaqut mengungkapkan bahwa pesan pertama dari Paus adalah mengenai keragaman di Indonesia. Ia menegaskan bahwa keragaman tersebut merupakan kekuatan yang harus dijaga dan dianggap sebagai anugerah bagi bangsa Indonesia. Pesan kedua yang disampaikannya adalah pentingnya dialog dalam menghadapi setiap perbedaan dan perselisihan. Paus Fransiskus menekankan perlunya komunikasi yang konstruktif untuk mencapai pemahaman dan solution-oriented approach dalam menyelesaikan konflik yang mungkin terjadi di masyarakat. Pesan terakhir yang disampaikan oleh Bapa Suci adalah ajakan untuk menjaga lingkungan agar tetap hijau. Ia menekankan bahwa kondisi lingkungan yang baik adalah hak bagi generasi mendatang dan menjadi tanggung jawab kita untuk melestarikannya. Yaqut menambahkan bahwa ketiga pesan ini sejalan dengan prinsip-prinsip yang sering disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Ia melihat ada kesamaan pesan antara keduanya, dan menganggap ini sebagai hal yang signifikan untuk diperhatikan oleh masyarakat. Secara keseluruhan, dalam kunjungan ini, Paus Fransiskus menyatakan rasa senangnya bisa mengunjungi Indonesia dan memberikan kesan positif pada negara ini. Menag Yaqut mengutip pernyataan Paus ketika ia mengatakan, *"I’m Happy,"* sebagai ungkapan kegembiraan atas kedatangannya. Selama kunjungan apostolik ini, Yaqut juga menjabat sebagai Menteri Pendamping dan merasa sangat terkesan dengan kehadiran pemimpin tertinggi umat Katolik tersebut. Ia menyampaikan rasa antusiasme yang mendalam dengan mengatakan, *“Saya excited.”* Selama ini, Yaqut telah tiga kali bertemu dengan Paus di Vatikan, dan selalu mengingatkan beliau mengenai undangan dari Presiden Jokowi yang masih berlaku. Yaqut mencatat bahwa Paus Fransiskus bukan sekadar seorang tokoh agama, melainkan juga bisa menjadi teladan bagi umat beragama lainnya. Ia mencatatkan pentingnya bagaimana Paus menjaga keimanan, bertoleransi, serta menerapkan prinsip kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari. ANTARA