BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Pengembangan Perpustakan dan Pembudayaan Gemar Membaca, Dispursip Kalteng, Elahni Hajati mengatakan saat ini baru ada 925 perpustakaan di seluruh Kalimantan Tengah.
"Di Kalteng ini ada 1.576 Desa/Kelurahan namun hanya terdapat 925 yang telah memiliki Perpustakaan Desa/Kelurahan sedangkan dari 136 Kecamatan belum ada terbentuk Kelembagaan Perpustakaan," kata Elahni pada Jumat, 6 September 2024.
Data ini menurut Elahni berdasarkan hasil Kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat atau IPLM yang telah dilakukan selama tiga tahun dan dilaksanakan secara berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi bersama Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Tengah.
Hal ini juga telah disampaikan Elahni dalam Rapat Kerja Teknis Perpustakaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2024 baru-baru ini.
Kegiatan tersebut terlaksana dengan dilatarbelakangi oleh perintah dan amanat Undang Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Sementara itu di tingkat nasional, dalam upacara resmi hasil kerja sama UNESCO dengan Kota Cheongju, sore hari ini, 4 September 2024, UNESCO-Jikji Memory of the World Prize 2024 diserahkan oleh Wali Kota Cheongju kepada Plt Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atau Perpusnas RI, E Aminudin Aziz.
"Alhamdulilah. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama Bapak/Ibu semuanya. Salam dari Cheongju, Korea," ujar Aminudin dalam grup Klinik Bahasa, seperti dikonfirmasi Borneonews pada Rabu, 4 September 2024.
Kemenangan Perpusnas RI ini menurut Aminudin menyisihkan 49 nomine dari 49 negara anggota UNESCO.
"Hadiah ini untuk mengapresiasi kinerja Perpusnas RI dalam melestarikan naskah atau manuskrip kuno melalui kegiatan preservasi, konservasi, pemanfaatan, dan publikasi," terang Aminudin yang juga merupakan Kepala Badan Bahasa Republik Indonesia.
UNESCO-Jikji Memory of the World Prize adalah penghargaan yang diberikan untuk mengakui upaya dalam melestarikan dan menyediakan akses terhadap warisan dokumenter dunia. Penghargaan ini memperingati pencatatan karya Korea "Buljo jikji simche yojeol," yang dianggap sebagai buku tertua yang dicetak dengan jenis logam bergerak.
Pada tahun 2024, Perpustakaan Nasional Indonesia dinobatkan sebagai penerima penghargaan bergengsi ini. Perpustakaan Nasional Indonesia diakui atas dedikasinya dalam melestarikan dan menyediakan akses terhadap manuskrip-manuskrip Indonesia melalui berbagai program, termasuk festival manuskrip nasional, publikasi yang luas, dan inisiatif pendidikan untuk anak-anak dan remaja. Upacara penghargaan berlangsung di Cheongju, Korea Selatan, pada tanggal 4 September, yang dirayakan sebagai Hari Jikji.(TESTI PRISCILLA/R)









