**Borneonews - Kudus**, Deputi VI Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Janedri M Gaffar, menyampaikan pentingnya penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kepada masyarakat Kudus. Ia mengingatkan bahwa sekadar menghafal naskah Pancasila tidaklah cukup; nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu diaktualisasikan dalam setiap aspek kehidupan.
Dalam acara "Sarasehan Kebangsaan Mengokohkan Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara" yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Kudus pada hari Kamis, ia menekankan tiga fungsi utama Pancasila. Menurutnya, Pancasila seharusnya dijadikan pandangan hidup yang dapat memengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku masyarakat Indonesia secara umum.
Janedri juga menjelaskan bahwa Pancasila berfungsi sebagai dasar negara. Ia mengingatkan pentingnya menyelaraskan nilai-nilai Pancasila dengan pasal-pasal yang ada dalam Undang-Undang Dasar 1945 serta seluruh regulasi yang merupakan penjabaran dari UUD 1945. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam setiap peraturan perundang-undangan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara seharusnya tercermin dalam prinsip dan norma yang mendasari kebijakan pembangunan nasional. Kebijakan tersebut mencakup beragam aspek, seperti politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan. Penerapan ini diharapkan dapat menjadikan Pancasila relevan dengan kondisi zaman yang terus berubah.
Janedri menegaskan bahwa untuk mempertahankan keterkaitan Pancasila dengan masyarakat, ideologi ini perlu bersifat terbuka. Hal ini berarti bahwa nilai-nilai mendasar Pancasila tetap bersifat permanen, meskipun dalam praktik pelaksanaannya, norma-norma tersebut bisa adaptif terhadap perubahan yang ada dalam masyarakat.
Pancasila yang diharapkan oleh Janedri adalah ideologi yang "hidup" dan mampu menggerakkan masyarakat untuk mencapai cita-cita nasional. Dalam konteks yang lebih luas, M. Fitrianto selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kudus menjelaskan bahwa tujuan dari sarasehan ini adalah untuk membangun kesadaran patriotisme serta membangkitkan rasa nasionalisme di kalangan masyarakat.
Dia berharap masyarakat Kudus dapat bersatu, kokoh, toleran, serta saling menghormati dalam menjalani kehidupan sosial. Selain itu, M. Fitrianto juga meminta dukungan dari masyarakat untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkada 2024 yang diharapkan berlangsung dengan aman, damai, partisipatif, dan kondusif. Meskipun terdapat perbedaan pandangan politik di masyarakat, persatuan tetap harus diutamakan.
ANTARA
Pentingnya Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







