**Borneonews - Cianjur**, Pemerintah Kabupaten Cianjur, yang terletak di Jawa Barat, mengeluarkan instruksi kepada setiap desa untuk membangun lumbung padi atau sebutan lokalnya *leuit*. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan di tengah kemungkinan penurunan produksi akibat bencana alam atau musim kemarau yang berkepanjangan.
Bupati Cianjur, Herman Suherman, pada Jumat, menjelaskan bahwa masyarakat di Jawa Barat telah lama memanfaatkan lumbung padi sebagai tempat penyimpanan hasil panen. Tempat ini berfungsi untuk menampung gabah atau beras yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika terjadi gagal panen atau peristiwa tidak terduga lainnya.
Dalam pengarahannya, dia menyatakan, "Kami telah memerintahkan kepada pihak desa untuk membeli gabah atau beras dari para petani. Hasil panen tersebut kemudian akan disimpan di gudang penyimpanan atau lumbung dengan menggunakan anggaran dana desa, sehingga ketika darurat terjadi, kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan cepat."
Lebih lanjut, bupati menjelaskan bahwa alokasi anggaran dari dana desa mencakup sekitar Rp200 juta yang khusus diperuntukkan bagi ketahanan pangan. Dengan demikian, desa-desa dapat menggunakan dana tersebut untuk membeli hasil panen petani pada harga yang layak dan menjualnya kembali kepada warga dengan harga terjangkau.
Dalam situasi yang sulit, keberadaan lumbung padi di desa akan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Hal ini juga diharapkan dapat mencegah lonjakan harga karena meningkatnya permintaan terhadap pangan saat mengalami kesulitan.
"Keberadaan lumbung padi menjadi sangat krusial dalam menjaga ketahanan pangan warga. Sejumlah desa bahkan telah berinisiatif membangun kembali lumbung padi yang akan dikelola melalui badan usaha milik desa," tambahnya.
Bupati berharap semua 356 desa di Cianjur dapat mengimplementasikan rencana pembangunan lumbung padi ini. Dengan memiliki stok gabah yang cukup, diharapkan dapat menutupi kekurangan hasil pertanian pada saat produksi menurun.
"Kami telah menginstruksikan dinas terkait serta seluruh kepala desa dan masyarakat untuk bersiap dalam membangun lumbung padi sebagai langkah menjaga ketahanan pangan di Cianjur," ungkapnya.
Selain fokus pada pembangunan lumbung padi, bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan beragam bantuan alat pertanian. Ini dimaksudkan untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya saat musim kemarau. Bantuan tersebut mencakup pompa air untuk mengairi lahan pertanian tadah hujan dan perangkat lainnya.
"Kami menyediakan bantuan alat pertanian seperti traktor tangan, pompa air, serta sumur bor kepada kelompok tani. Sehingga di masa kemarau, lahan pertanian tetap dapat menghasilkan dengan cukup air," pungkasnya.
ANTARA
Pemerintah Cianjur Perintahkan Desa Bangun Lumbung Padi untuk Ketahanan Pangan
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
Komentar (0)
Memuat komentar…






