**Borneonews - Banjarbaru**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan program pengentasan desa tertinggal dan sangat tertinggal dengan capaian nol persen. Keberhasilan ini merupakan hasil dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama sepuluh tahun di bawah kepemimpinan Gubernur Sahbirin Noor.
Pada tahun 2016, terdapat 1.438 desa yang tergolong tertinggal dan sangat tertinggal. Namun, berdasarkan proyeksi hingga tahun 2024, angka tersebut dipastikan akan berhasil ditekan menjadi nol. Dengan prestasi ini, sebanyak 88 persen desa di Kalimantan Selatan kini telah berstatus maju dan mandiri.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, menjelaskan bahwa pencapaian nol desa tertinggal dan sangat tertinggal tersebut tercapai dua tahun lebih cepat dari target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Data Indeks Desa Membangun (IDM) menunjukkan bahwa terdapat 1.871 desa di Kalimantan Selatan yang tersebar di 154 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 808 desa telah berstatus mandiri, 844 desa berstatus maju, dan 219 desa masih dalam kategori berkembang. Hal ini menggambarkan seberapa signifikan kemajuan yang telah dicapai oleh wilayah ini.
Faried menjelaskan lebih lanjut bahwa IDM berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai kemajuan status desa. Alat ini berfokus pada inisiatif dan kemampuan masyarakat sebagai landasan penting dalam proses pengembangan desa. Aspek-aspek yang diukur mencakup ketahanan sosial, ekonomi, serta ekologi dalam konteks keberdayaan desa.
Dengan demikian, IDM membantu pemerintah dalam mengarahkan intervensi kebijakan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta mempertimbangkan karakteristik dan modal sosial daerah setempat. Upaya ini bertujuan agar setiap desa dapat mencapai status maju, mandiri, dan berkembang.
Pencapaian keberhasilan ini juga didukung oleh sejumlah program pemerintah provinsi yang bersinergi dengan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan Karya Bakti. Selain itu, ada pula program Pembangunan Manunggal Menuju Desa Mandiri dan Berkelanjutan (PAMAN MUDIK) yang melibatkan partisipasi unsur TNI serta tenaga ahli dalam pemberdayaan masyarakat.
Faried menekankan bahwa program-program ini telah berhasil merehabilitasi infrastuktur desa. Contohnya, perbaikan akses jalan dari tujuh desa di Kabupaten Banjar menuju Kabupaten Tanah Bumbu antara tahun 2016 hingga 2018, serta proyek serupa di Desa Kiram hingga Desa Tanjung Bajuan pada tahun 2021 hingga 2023.
Di samping itu, jalan-jalan di Desa Pasar Senin, Desa Mawar Sari, serta Desa Pinangkara di Kabupaten Hulu Sungai Utara juga telah diperbaiki, bersamaan dengan proyek perbaikan jalan di Desa Tatah Alayung Bahandang dan Desa Ambahal.
Faried menambahkan, setiap inisiatif yang diambil dari program-program tersebut berkontribusi signifikan dalam meningkatkan status IDM dan menghapuskan kategori desa tertinggal dan sangat tertinggal.
Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus memfasilitasi masyarakat melalui pengembangan program berdasarkan kebutuhan dan aspirasi warga desa. Pada aspek pembangunan ekonomi, ada kemajuan yang signifikan dalam jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai upaya untuk menanggulangi masalah kemiskinan di daerah tertinggal.
Jumlah BUMDes meningkat dari 1.379 unit yang mencakup 73,98 persen pada tahun 2019, menjadi 1.705 unit atau 91,47 persen pada tahun 2023. Di antara BUMDes tersebut, 423 entitas bahkan telah memperoleh sertifikasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, memungkinkan mereka untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan daerah dan swasta. Sejumlah 24 BUMDes di Kalimantan Selatan juga telah diakui sebagai entitas yang maju.
Tak hanya itu, berbagai penghargaan telah diraih oleh pemerintah provinsi terkait pembangunan desa. Pemprov Kalsel meraih juara satu tingkat nasional untuk kategori BUMDesa Inspiratif 2023, serta mencatat partisipasi terbanyak dalam program peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa.
Dengan semua upaya tersebut, harapan untuk kesejahteraan masyarakat desa di Kalimantan Selatan semakin menjanjikan, dalam rangka mencapai visi dan misi yang diusung untuk menjadikan wilayah ini lebih makmur, sejahtera, dan berkelanjutan.
ANTARA
Kalimantan Selatan Berhasil Tak Ada Lagi Desa Tertinggal Hingga 2024
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Lamandau Soroti Pencegahan Karhutla dan Tanggung Jawab Perusahaan saat Tinjau Eks Konsesi Grace dan PWN
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan PJJ di Tengah Kabut Asap
Ini 2 Lokasi Depot Air Gratis di MB Ketapang Sampit
Oli Berceceran di Bundaran Besar Jalan Pemuda Kapuas
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Komentar (0)
Memuat komentar…







