SEMARANG –
**Borneonews - Kudus**, Deputi VI Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Janedri M Gaffar, menginformasikan bahwa usulan untuk menjadikan Kiai Haji R Asnawi, seorang ulama kharismatik asal Kudus, sebagai pahlawan nasional saat ini sedang menunggu keputusan dari Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, proposal tersebut telah diajukan kepada Kementerian Sosial, dan kini hanya menunggu langkah selanjutnya dari pihak presiden, yang merupakan pengambil keputusan utama dalam hal ini. Dalam kesempatan menjadi pembicara di acara sarasehan kebangsaan yang berlangsung di Kudus, dia menyatakan, "Kita doakan agar usulan ini dapat diproses dengan baik." Gaffar menjelaskan bahwa Kemenko Polhukam hanya memberikan dukungan kepada proses tersebut, dan sangat berharap agar usulan itu dapat terwujud sesuai harapan masyarakat. Penjabat Bupati Kudus, M Hasan Chabibie, juga menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk memperjuangkan gelar pahlawan bagi Kiai Haji R Asnawi. Hal ini semakin mendesak karena Kiai Asnawi dikenal sebagai guru bagi kebanyakan ulama dan memberikan kontribusi besar dalam perkembangan Nahdlatul Ulama (NU). Chabibie menekankan bahwa beberapa pendiri NU yang lebih muda telah diakui sebagai pahlawan, sementara Kiai Haji R Asnawi, yang memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih luas, hingga saat ini belum mendapatkan pengakuan serupa. Menurutnya, kontribusi Kiai Asnawi dalam perjuangan dan kepahlawanan sangat signifikan, mulai dari perumusan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU, keterlibatannya sebagai penasihat Laskar Hizbullah, hingga perannya dalam advokasi nasionalisme di kancah internasional. Selain itu, Kiai Haji R Asnawi juga dikenal sebagai delegasi Komite Hijaz dan berperan aktif dalam melawan kolonial melalui fatwa serta merintis kemerdekaan dengan menulis syair yang mengajak masyarakat untuk merdeka. Dalam perjuangannya melawan penjajah, ia harus berhadapan langsung dengan bahaya, bahkan sering kali mengalami penahanan. Chabibie berharap agar pengajuan gelar pahlawan yang saat ini masih dalam proses pembahasan di Kementerian Sosial dapat berjalan lancar dan akhirnya berbuah hasil yang positif. Ia mencatat bahwa di antara tokoh-tokoh senior NU, hanya Kiai R Asnawi yang masih menunggu pengakuan resmi sebagai pahlawan. Di samping jasa-jasa dalam pendidikan, Kiai Haji R Asnawi juga berperan penting dalam memberikan semangat kepada para santri untuk berjuang melawan penjajah, meskipun ia tidak terlibat langsung dalam pertempuran bersenjata. Beberapa waktu lalu, seminar mengenai usulan gelar pahlawan bagi Kiai Raden Asnawi berlangsung di aula Pondok Pesantren Al Asnawiyah Bendan Kudus. Syarat untuk mengusulkan Kiai R Asnawi sebagai pahlawan mencakup integritas, kontribusi terhadap negara, dan status sebagai warga negara Indonesia. ANTARA