BATAM –
**Borneonews - Batam**, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) melaksanakan aksi nyata dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi dengan penanaman sejumlah 39 ribu bibit mangrove. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumpun Bakau Indah, Kampung Jaw, Tanjung Piayu, Kota Batam, Kepulauan Riau pada hari Jumat. Kegiatan penanaman dihadiri oleh Kepala Zona Bakamla Barat, Laksamana Pertama Bambang Trijanto, bersama dengan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Zona Bakamla Barat serta jajaran terkait lainnya. Dalam pidatonya, Laksamana Pertama Bambang Trijanto menekankan bahwa penanaman mangrove ini merupakan bentuk nyata kepedulian Bakamla RI dalam melindungi garis pantai dan ekosistem laut yang ada di Indonesia. Menurut Bambang, penanaman 39 ribu bibit mangrove yang dilakukan mencakup area seluas kurang lebih 2 hektare di wilayah Barelang. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan mitra binaan dari Zona Bakamla Barat, yang menunjukkan kolaborasi yang baik antara instansi pemerintah dan masyarakat. Ia juga mengapresiasi kehadiran serta peran aktif semua pihak yang terlibat dalam acara tersebut. Kasi penting yang digarisbawahi oleh Bambang adalah penanaman mangrove ini tak hanya sebatas ritual seremonial. Ia menekankan pentingnya perawatan dan pemeliharaan bibit mangrove setelah penanaman agar dapat tumbuh dengan optimal. “Setelah proses penanaman tepastikan untuk dilakukan perawatan serta pemantauan. Hal ini bertujuan agar semua bibit dapat hidup dengan baik. Kita tidak ingin mereka hanya hidup sementara dan kemudian mati setelah ditinggalkan,” ujarnya dengan tegas. Kegiatan penanaman mangrove ini juga dihadiri oleh kepala Pangkalan Bakamla Batam, kepala Stasiun Bakamla Batam, serta berbagai komandan kapal. Selain itu, terdapat kehadiran dari berbagai organisasi lingkungan seperti Rumpun Bakau Indonesia, Akar Bhumi Indonesia, Bakau Merah, Yayasan Air Indonesia, dan Pelunggut Hijau. Para mahasiswa dari Institut Teknologi Batam (ITEBA) juga turut serta dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove. Menurut laporan dari Akar Bhumi Indonesia, kawasan mangrove di Kota Batam mengalami penurunan luas hingga 60 persen sejak tahun 1990. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pembangunan, pembukaan area tambak, serta konversi lahan untuk pengembangan arang bakau. Mangrove, atau *mangrove*, memiliki peranan penting bagi wilayah kepulauan. Selain berfungsi sebagai penahan tanah untuk mencegah penurunan daratan, mangrove juga berkontribusi dalam menjaga ekosistem dan melindungi wilayah dari ancaman angin keras. Kegiatan penanaman ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi ekosistem pesisir dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. ANTARA