JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan bahwa pembangunan sistem transportasi di Indonesia memerlukan dukungan kolaboratif dari semua daerah. Menurutnya, menangani permasalahan transportasi yang ada di Indonesia tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan harus melibatkan sinergi yang kuat antara berbagai pihak. "Negara kita memerlukan konektivitas yang merata, yang menjangkau tidak hanya daerah perkotaan, tetapi juga pedesaan, pesisir, lembah, hingga pegunungan," ungkap Menhub dalam sebuah pernyataan di Jakarta baru-baru ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Hub Talks yang bertema *Paradigma Transportasi Online: Terintegrasi dan Berbasis Online*, yang merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara Hub Space 2024 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Menhub menjelaskan, pembangunan transportasi yang menyeluruh di seluruh wilayah Tanah Air memerlukan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah serta semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan transportasi. Dia berharap kemitraan ini dapat menjadi bagian dari praktik rutin yang dijalankan dari tingkat kabupaten hingga pusat. Lebih lanjut, dia menyatakan pentingnya konsistensi antara pemerintah daerah dan pusat untuk terus menjalin sinergi yang efektif. "Selama sepuluh tahun terakhir, pembangunan transportasi di Indonesia telah ramai dengan nuansa Indonesia sentris. kami diminta oleh Bapak Presiden untuk menghindari pendekatan yang berorientasi pada Jawa dan fokus pada pembangunan yang bersifat nasional. Oleh karena itu, saya mengajak semua pemerintah daerah untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan ini,” tambahnya. Di lain pihak, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan bahwa kepala daerah perlu mengubah cara berpikir mereka. Rencana pembangunan tidak seharusnya hanya berorientasi pada periode kepemimpinan saat ini, melainkan harus direncanakan untuk jangka panjang. "Masalah transportasi di Indonesia tidak dapat diselesaikan sekejap mata, tetapi harus ditangani secara berkelanjutan," ujar Mendagri. Menurutnya, pembangunan transportasi yang efektif dan efisien hanya bisa terwujud jika dilakukan secara terus-menerus. "Diperlukan sosialisasi kepada para gubernur dan kepala daerah lainnya tentang pentingnya membangun dengan perspektif jangka panjang yang berkelanjutan," tambahnya. Lebih jauh, Mendagri juga mengingatkan bahwa sistem transportasi di seluruh wilayah harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi terbaru dan berkomitmen untuk ramah lingkungan. "Kita tidak dapat mengabaikan teknologi mutakhir di era modern ini. Transportasi yang ramah lingkungan sangat penting demi keberlanjutan bumi," kata Mendagri. Dia berharap agar transportasi umum mampu menghadirkan teknologi tinggi, ramah lingkungan, serta efisien, aman, dan dapat diakses dengan harga terjangkau oleh masyarakat. ANTARA