**Borneonews - Batam**, Tim Search and Rescue (SAR) Tanjungpinang, yang beroperasi di Kepulauan Riau, telah resmi menutup kegiatan pencarian terhadap seorang nelayan yang dikenal dengan inisial MJ (33). Pencarian ini dilaksanakan setelah ia mengalami kecelakaan di laut yang dikenal sebagai *Man Over Board* (MOB) ketika terjatuh dari sebuah kapal cepat di perairan perbatasan antara Batam dan Singapura. Hasil pencarian selama satu minggu tidak membuahkan hasil.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, dalam penyampaian resminya di Batam, mengungkapkan bahwa sesi pencarian yang dilakukan pada hari ketujuh tersebut diberhentikan pada pukul 11.30 WIB. Tim melakukan penyisiran di kawasan Perairan Pulau Kepalajerih.
Dalam operasi tersebut, SAR Tanjungpinang dibantu oleh Kapal Polisi Coast Guard serta sebuah kapal dari MPA Singapura. Mereka juga melakukan siaran *Navigational Telex* (NAVTEX) kepada kapal-kapal yang melintasi perairan Singapura untuk memberikan informasi terkait pencarian yang dilakukan.
Pada pukul 14.00 WIB, dilakukan koordinasi antara Tim SAR Gabungan dengan pihak keluarga korban untuk membahas penutupan operasi SAR. Fazzli melanjutkan, hingga hari ketujuh pencarian yang berakhir pada pukul 14.00 WIB masih belum menemukan keberadaan MJ.
Selanjutnya, tim melakukan komunikasi melalui email dengan Pusat Komando Operasi Polisi (POCC) di Singapura. Sayangnya, hasil pencarian di perairan Singapura juga menunjukkan kondisi yang serupa, yaitu nihil.
Di sore hari, tepatnya pada pukul 15.10 WIB, dilakukan sesi debriefing antara Tim SAR Gabungan dan keluarga korban. Pihak tim menyampaikan bahwa setelah tujuh hari pencarian, tidak terdapat tanda-tanda keberadaan MJ.
Fazzli menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan antara Tim SAR Gabungan dan keluarga, operasi pencarian dinyatakan selesai dan segera diusulkan untuk ditutup. Dalam rangka pencarian korban, berbagai peralatan digunakan, antara lain satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Batam, dua mobil penyelamat tipe II, serta alat-alat lainnya yang mendukung pelaksanaan operasi tersebut, termasuk satu set *aqua eye*, dan peralatan komunikasi serta medis.
ANTARA
Tim SAR Tanjungpinang Tutup Pencarian Korban Kecelakaan Laut
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







