**Borneonews - Kupang**, Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap ancaman bencana tanah longsor. Ancaman ini muncul sebagai akibat dari curah hujan yang mulai mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Manggarai, Stefanus Tawar, mengingatkan bahwa saat terjadi hujan, penduduk yang tinggal di daerah tebing disarankan untuk mengungsi, terutama jika hujan turun dengan intensitas tinggi. Kami mendorong warga untuk selalu waspada, terutama yang tinggal di sekitar lereng dan perbukitan, ujarnya.
Dari informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kabupaten Manggarai diprediksi akan bervariasi selama sepekan ke depan, mulai dari kondisi cerah berawan hingga kemungkinan hujan ringan di beberapa daerah.
Lebih lanjut, Stefanus mengungkapkan bahwa topografi Kabupaten Manggarai yang berbukit dan bergunung membuatnya rentan terhadap bencana tanah longsor. Kecamatan Ruteng dan Cibal merupakan wilayah yang paling sering mengalami longsor, sedangkan di bagian selatan seperti daerah Satar Mese, Rahong Utara, dan Cibal Barat juga menghadapi risiko yang sama.
Stefanus Tawar juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan apabila tidak memiliki urgensi saat hujan. Keamanan adalah prioritas utama, jadi mohon untuk membatasi aktivitas yang berpotensi membahayakan di luar rumah ketika hujan, ujarnya.
Kepala Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Manggarai, Decky Irmawan, menjelaskan lebih lanjut tentang perkiraan cuaca pada periode 7 hingga 13 September 2024. Ia menyatakan bahwa wilayah Manggarai kemungkinan akan mengalami cuaca cerah berawan dengan potensi hujan ringan, terutama pada beberapa kecamatan seperti Satar Mese, Ruteng, dan Langke Rembong saat siang hingga sore hari.
Pada 9 September 2024, cuaca diprediksi cerah hingga berawan dengan suhu berkisar antara 17 hingga 25 derajat Celsius serta kecepatan angin sekitar 2-5 km/jam. Decky mengingatkan warga untuk selalu membawa payung atau jas hujan, khususnya di daerah yang rawan hujan seperti yang disebutkan sebelumnya.
Bagi para petani yang melakukan aktivitas di ladang, sangat penting untuk memperhatikan ramalan cuaca, terutama pada tanggal 7 hingga 8 September. Hujan ringan di hari tersebut dapat berdampak pada kegiatan pertanian. Selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang mendadak, terutama di dataran tinggi yang bisa mengalami suhu lebih dingin di pagi dan malam hari, pungkasnya.
ANTARA
Pemerintah Manggarai Imbau Warga Waspadai Tanah Longsor saat Hujan
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







