BORNEONEWS, Seruyan - Sekitar 86 kepala keluarga (KK) yang tergabung dalam RT 08 Sungai Mitak, Desa Persil Raya, Kecamatan Seruyan Hilir, tidak ada pun KK yang terdaftar sebagai penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Seperti yang disampaikan Bupi Rahman, tokoh warga RT 08 Sungai Mitak kepada Borneonews di kediamannya, Kamis (21/7).
Bupi mengatakan, banyak warga di RT nya yang protes karena tidak terdaftar sebagai penerima kartu KIP yang bisa dipergunakan untuk biaya bagi sekolah anak-anak mereka.
"Kami di satu RT sama sekali tidak ada orang tua kepala keluarga yang mendapat kartu KIP untuk anak-anak mereka yang masih sekolah. Sementara di RT lain ada yang menerima," kata Bupi.
Anehnya lagi menurut Bupi, ada RT lain ditemui beberapa kepala keluarga yang menerima kartu KIP dalam jumlah yang tidak sesuai. Kartu yang dibagikan oleh pihak pemerintahan Desa Persil Raya jumlahnya ada yang kurang dan ada yang lebih.
"Jumlah penerima yang didata, tidak sesuai dengan jumlah kartu KIP yang diserahkan ke pihak kepala keluarga yang bersangkutan," ungkap Bupi.
Malahan ada masalah lain saat dirinya menanyakan langsung ke salah satu aparatur desa, bahwa RT mereka dikatakan tidak termasuk dalam wilayah Desa Persil Raya.
"Justru kami diminta oleh pihak desa untuk menanyakan langsung ke pihak kecamatan terkait status RT masuk di kawasan desa mana? Ini kan aneh. Masa pihak desa tidak tahu yang mana RT-RT mereka. Kalau kami tanyakan ke kecamatan, yang ada justru pihak desa yang diketawain oleh pihak kecamatan," ujarnya.
Bupi menambahkan, terkait masalah kartu KIP yang tidak diterima oleh satu RT di tempatnya, ia akan menelusuri langsung permasalahan tersebut. Kalau ada semacam indikasi RT mereka 'dianaktirikan' dirinya akan melaporkan langsung ke pihak terkait.
"Kalau masalah ini terus dibiarkan atau tidak diselesaikan, kami akan laporkan untuk minta pihak terkait menindaklanjuti. Sebab hampir sebagian besar KK di RT kami merupakan keluarga yang kurang mampu. Terlebih jumlah anak usia pendidikan sekolah cukup banyak. Hampir semua KK memiliki anak sekolah," ungkapnya. (PARNEN/m)








