SURABAYA –
**Borneonews - Malang**, Kepolisian Daerah Jawa Timur telah menyiapkan skema pengamanan untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang telah ditetapkan sebagai peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum setempat. Hal ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keamanan dan kelancaran proses pemilihan yang penting ini. Komisaris Besar Polisi Suryo Sudarmadi, selaku Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Timur, menjelaskan di Kota Malang bahwa komposisi petugas kepolisian telah dirancang dengan cermat untuk masing-masing pasangan calon. "Penjagaan telah kami siapkan, yang terdiri dari personal Polda, dua *aide de camp* (ADC), empat pengawal pribadi, dan 19 personel untuk setiap calon," ujar Suryo. Suryo juga menambahkan bahwa mekanisme pengamanan serupa akan diterapkan pada tingkat kabupaten dan kota, di mana jumlah pengamanan akan mengikuti komposisi yang sama, tetapi berlatar belakang anggota kepolisian resor. Hal ini diharapkan dapat memaksimalkan keberadaan petugas di lapangan. Lebih lanjut, Polda Jatim telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah daerah yang dinilai rawan pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini. Pola antisipasi yang diambil meliputi langkah-langkah preventif, peningkatan intensitas patroli, serta kerjasama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di masing-masing daerah untuk menjaga situasi tetap kondusif. "Daerah rawan yang kami identifikasi ada di wilayah Madura Raya, yang berpotensi mengalami ketegangan baik pada pemilihan kepala desa maupun pada Pilkada," jelasnya lebih lanjut. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur, tercatat ada lima potensi kerawanan dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Kelima potensi tersebut meliputi tahapan penyusunan daftar pemilih, proses pencalonan, tahapan kampanye dan laporan dana kampanye, serta pemungutan dan penghitungan suara, termasuk rekapitulasi suara. Saat ini, KPU Provinsi Jawa Timur telah mengkonfirmasi penerimaan dokumen pendaftaran dari tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, yakni Khofifah Indar Parawansa dengan Emil Elestianto Dardak, Tri Rismaharini dengan Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans, serta Luluk Nur Hamidah dengan Lukmanul Khakim. Kejadian ini menandai langkah awal yang penting dalam menyongsong Pemilu yang demokratis. ANTARA