JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menyampaikan dukungannya yang kuat terhadap upaya pemerintah dalam membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di sejumlah daerah di Indonesia. Langkah ini dianggap sebagai inisiatif yang positif dalam rangka mendukung pelatihan vokasi bagi masyarakat. Elly Rosita selaku Presiden KSBSI menegaskan bahwa pemerintah telah menunjukkan komitmennya dengan mendirikan banyak BLK di berbagai wilayah. Apresiasi dari KSBSI ini ditujukan kepada pemerintah atas upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan akses pendidikan keterampilan. Ia menyebutkan, “Kita mengakui bahwa pembangunan BLK yang menyebar di banyak daerah adalah langkah yang positif, kami tidak dapat menolak usaha ini.” Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan BLK memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan terstruktur yang dapat membantu mereka dalam mencari pekerjaan. Namun, Elly menyoroti adanya tantangan yang harus dihadapi pemerintah, yaitu dalam hal penyaluran tenaga kerja setelah pelatihan selesai. Ia mengindikasikan bahwa proses untuk mendapatkan pekerjaan yang cepat dan sistematis masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mengatasi masalah pengangguran. Namun, di sisi lain, peserta pelatihan di BLK sering kali harus mencari pekerjaan secara mandiri setelah mengikuti pelatihan selama enam bulan. “Kurangnya akses yang lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan membuat mereka harus mencari kerja sendiri. Artinya, mereka menghabiskan waktu enam bulan untuk pelatihan, tetapi harus berjuang sendiri setelah itu,” jelasnya. Elly menegaskan kembali dukungannya pada pembangunan BLK dengan menyatakan, “Kami mengapresiasi pemerintah yang sudah membangun BLK di banyak wilayah di Indonesia. Namun, tantangan pascapelatihan untuk mendapatkan pekerjaan masih perlu diperhatikan.” Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pembangunan BLK Komunitas dilakukan di berbagai daerah untuk mendukung pelatihan vokasi yang lebih efektif. Saat ini, pemerintah telah berhasil mendirikan sebanyak 4.282 BLK Komunitas, yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Ida mengungkapkan bahwa pendirian BLK di Papua dilakukan atas arahan Wakil Presiden Republik Indonesia. Tiap tahun, jumlah BLK terus meningkat, dan saat ini terdapat pembangunan 370 BLK Komunitas baru yang sedang berlangsung di berbagai tempat di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun 110 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang akan berfungsi sebagai acuan untuk pengakuan dan pengembangan keterampilan di berbagai level. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat sistem pelatihan dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat dalam memperoleh pekerjaan yang layak. ANTARA