PALEMBANG –
**Borneonews - Baturaja**, Bawaslu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang terletak di Sumatera Selatan, telah melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) OKU, Darmawan Irianto. Penyelidikan ini berkaitan dengan isu netralitas aparatur sipil negara (ASN) menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Ketua Bawaslu OKU, Yudi Risandi, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan karena Darmawan Irianto terlibat dalam acara lomba balap motor yang disponsori oleh salah satu bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati OKU pada perayaan 17 Agustus 2024. "Yang bersangkutan kami panggil karena menghadiri acara tersebut," ungkap Yudi di Baturaja pada hari Jumat. Selain Darmawan, Bawaslu juga memanggil empat pejabat lainnya guna klarifikasi yang serupa. Mereka adalah Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) OKU, Slamet Riyadi; Kepala Dinas Pariwisata, Alfarizi; Kepala Inspektorat OKU, A Krim; dan Camat Lubuk Batang, Emharis. "Hari ini mereka semua memenuhi panggilan kami untuk diperiksa terkait dugaan keterlibatan politik praktis," tambah Yudi. Saat ini, Bawaslu OKU masih melakukan pendalaman untuk menentukan apakah temuan tersebut tergolong pelanggaran terhadap netralitas ASN. "Hari ini kami belum bisa memberikan kesimpulan, karena besok masih ada satu lembaga lagi yang akan memberikan klarifikasi," jelasnya. Proses klarifikasi yang dilakukan oleh Bawaslu akan dikaji lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk menelusuri pelanggaran apa saja yang mungkin terjadi di lapangan. "Kami akan menyelidiki apakah ada sponsor dari pasangan bakal calon, seperti baleho, spanduk, atau yel-yel yang terkait," tegas Yudi. Sebelumnya, beredar luas di media sosial mengenai kehadiran Sekda OKU, Darmawan Irianto, bersama empat pejabat lainnya dalam acara *grasstrack* yang diadakan oleh salah satu bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2024. Pemberitaan ini menjadi viral dan menimbulkan pertanyaan tentang netralitas Darmawan sebagai Sekretaris Daerah yang saat ini menduduki posisi tertinggi dalam struktur ASN di daerah tersebut. ANTARA