MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk periode 2024–2029 telah resmi mengukuhkan delapan fraksi melalui sebuah rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD NTB di Mataram pada hari Jumat. Rapat ini dipimpin oleh Ketua Sementara DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, didampingi oleh Wakil Ketua Sementara, Lalu Sudihartawan, serta dihadiri oleh seluruh anggota DPRD. Baiq Isvie menjelaskan bahwa pembentukan fraksi ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan fungsi, tugas, dan wewenang DPRD. Selain itu, fraksi juga berfungsi sebagai wadah untuk menampung aspirasi dan memperhatikan hak serta kewajiban anggota DPRD. Ia menekankan pentingnya setelah terbentuknya fraksi-fraksi ini, anggota DPRD segera dapat menjalankan tugas mereka secara efektif dan efisien. Harapan tersebut mencakup kemampuan untuk membawa berbagai aspirasi masyarakat ke dalam agenda legislatif yang ada. Proses penetapan fraksi ini merujuk pada Pasal 162 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang telah mengalami perubahan melalui UU Nomor 6 Tahun 2023. Dalam pasal tersebut, dituangkan bahwa setiap anggota DPRD diharuskan menjadi bagian dari salah satu fraksi, dan setiap fraksi harus memiliki anggota setidaknya sama dengan jumlah komisi yang ada di DPRD NTB. Dalam keputusan ini, terdapat delapan fraksi yang terbentuk, terdiri dari enam fraksi utuh serta dua fraksi gabungan. Rapat paripurna juga mengesahkan serta menetapkan posisi ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota untuk masing-masing fraksi yang ada. Adapun fraksi-fraksi yang terbentuk di DPRD NTB adalah sebagai berikut: Fraksi Golkar yang dipimpin oleh Hamdan Kasim sebagai Ketua, Lalu Ahmad Ismail sebagai Wakil Ketua, Efan Lemantika sebagai Sekretaris, dan Megawati Lestari sebagai Bendahara, dengan total anggota Fraksi Golkar sebanyak 10 orang. Fraksi Gerindra dipimpin oleh Sudirsah Sujanto, dengan Lale Yakutunnafis sebagai Wakil Ketua, dan Lalu Wirajaya sebagai Sekretaris, juga memiliki jumlah anggota sebanyak 10 orang. Fraksi PKS yang dipimpin TGH Patompo beranggotakan delapan orang, sedangkan Fraksi PPP dipimpin oleh Moh Akri, dengan jumlah anggota tujuh orang. Fraksi Demokrat yang dipimpin oleh Indra Jaya Usman memiliki total anggota sebanyak enam orang, sebagaimana Fraksi PKB yang diketuai oleh Jamhur, juga dengan jumlah anggota enam orang. Dua fraksi gabungan yang terbentuk adalah Fraksi Persatuan Perjuangan Restorasi (PPR) yang merupakan hasil penggabungan dari PDI Perjuangan, Partai NasDem, dan Perindo. Fraksi ini diketuai oleh Raden Nuna Abriadi dari PDIP, dengan Asaat Abdullah dari Partai Nasdem sebagai Wakil Ketua, serta M. Nashib Ikroman dari Partai Perindo sebagai Sekretaris. Total anggota fraksi ini berjumlah 11 orang. Selanjutnya, Fraksi Amanat Bintang Nurani Rakyat (ABNR) yang terbentuk dari gabungan PAN, PBB, dan Hanura, dipimpin oleh Hasbullah Muis Konco dari PAN, Muliadi dari PBB sebagai Wakil Ketua, serta Nadirah dari PBB sebagai Sekretaris, dengan total anggota fraksi ini sebanyak tujuh orang. ANTARA