SAMARINDA –
**Borneonews - Penajam Paser Utara**, Sebanyak 30 Sekolah Laboratorium Pancasila resmi diluncurkan dalam rangka mencegah penurunan moral di kalangan generasi muda. Peluncuran ini berlangsung pada Festival Harmoni Budaya Nusantara 2024, yang diselenggarakan di Penajam Paser Utara. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Anak, Perempuan, dan Pemuda dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, memberikan apresiasi atas pelaksanaan program ini. Ia menyebutkan bahwa 30 sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara kini menjadi percontohan untuk penerapan nilai-nilai Pancasila. Pernyataan tersebut dia sampaikan di Penajam, Kalimantan Timur, pada hari Jumat. Menurutnya, pengimplementasian program Sekolah Laboratorium Pancasila di 30 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah ini merupakan langkah strategis. Langkah ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten, terutama dalam konteks daerah ini sebagai mitra Kota Nusantara, yang merupakan ibu kota baru Indonesia. Woro Srihastuti Sulistyaningrum juga menjelaskan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan potensi yang dimiliki saat ini, diharapkan dapat sejajar dalam kemajuan dan perkembangan dengan Kota Nusantara. Hal ini penting mengingat lokasinya yang dekat dengan ibu kota baru. Pelaksanaan Festival Harmoni Budaya Nusantara diharapkan dapat memperkukuh ketahanan budaya dan identitas nasional. Melalui semangat *revolusi mental*, festival ini dirancang untuk mendukung pembangunan jati diri bangsa. Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara, Makmur Marbun, menekankan pentingnya festival ini sebagai dukungan terhadap program Sekolah Laboratorium Pancasila. Ia menambahkan bahwa sekolah tersebut mengusung model pendidikan karakter yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila serta kearifan lokal. Festival ini memiliki tujuan mulia untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Nusantara, serta memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman budaya yang ada. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong kreativitas dan inovasi dalam bidang seni dan budaya, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah tersebut. ANTARA