**Borneonews - Jakarta**, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa kredit perbankan mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Juli 2024, total kredit perbankan mencapai angka Rp7.514,6 triliun.
Dian menjelaskan bahwa pertumbuhan penyaluran kredit ini terus menunjukkan hasil positif dengan catatan pertumbuhan berkisar di *double digit growth*. Dalam konferensi pers terkait Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Agustus 2024, ia mencatat bahwa pertumbuhan kredit korporasi menjadi pendorong utama, dengan kenaikan sebesar 18,06 persen.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kinerja fungsi intermediasi perbankan terus menunjukkan trend positif. Pada Juli 2024, rasio pertumbuhan kredit secara bulanan (*month to month*) tercatat meningkat sebesar 0,48 persen, yang setara dengan penyaluran tambahan Rp36,21 triliun.
Ketika dilihat dari jenis penggunaan, sektor kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 15,20 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, kredit untuk modal kerja tumbuh sebesar 11,60 persen dan kredit konsumsi meningkat 10,98 persen. Dari sisi kepemilikan bank, bank pemerintah atau BUMN menjadi motor penggerak utama dalam pertumbuhan kredit dengan laju 14,51 persen.
Selain pertumbuhan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan perkembangan positif. Pada Juli 2024, DPK meningkat sebesar 7,72 persen dibandingkan tahun lalu dan mencapai Rp8.686,7 triliun. Dalam hal ini, giro menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan sebesar 10,73 persen.
Likuiditas dalam industri perbankan terpantau cukup memadai dengan rasio Alat Likuid terhadap *Non-Core Deposit* (AL/NCD) sebesar 109,20 persen dan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) mencapai 24,57 persen. Kedua rasio ini masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan, yaitu 50 persen dan 10 persen.
Dalam konteks kualitas kredit, Dian menegaskan bahwa rasio kredit bermasalah (*non-performing loan*, NPL) berada pada tingkat yang stabil. Rasio NPL *gross* perbankan tercatat di angka 2,27 persen, sementara NPL *net* berada di level 0,79 persen. Selain itu, *Loan at Risk* (LaR) mengalami penurunan menjadi 10,27 persen, mendekati angka pra-pandemi di Desember 2019 yang tercatat sebesar 9,93 persen.
Tingkat profitabilitas bank, diukur melalui Return on Assets (ROA), masih menunjukkan angka yang baik yakni sebesar 2,69 persen, yang mencerminkan daya tahan dan stabilitas industri perbankan. Ketahanan sistem perbankan juga diperkuat oleh permodalan yang tetap tinggi, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat menjadi 26,61 persen.
Sementara itu, produk kredit *buy now pay later* (BNPL) perbankan mencatat porsi yang relatif kecil yaitu 0,24 persen, namun tumbuh pesat. Per Juli 2024, saldo kredit BNPL naik sebesar 36,66 persen dibandingkan tahun lalu, mencapai Rp18,01 triliun, dengan jumlah rekening yang tercatat sebanyak 17,90 juta. Risiko kredit di sektor BNPL juga mengalami penurunan menjadi 2,24 persen.
Dalam upaya menjaga kepatuhan dan perlindungan konsumen di sektor perbankan, terutama terkait dengan aktivitas judi *online*, OJK menginstruksikan bank untuk segera menangani pengaduan nasabah terkait pemblokiran rekening. Bank diharapkan melakukan *Enhance Due Diligence* (EDD) dan melaporkan hasilnya kepada OJK. Selain itu, perbankan diminta untuk melaporkan transaksi keuangan mencurigakan yang melibatkan rekening nasabah kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
ANTARA
Kredit Perbankan Meningkat 12,40 Persen Menjadi Rp7.514,6 Triliun
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
Komentar (0)
Memuat komentar…






