MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Presiden Joko Widodo dalam rangkaian kunjungan kerjanya baru-baru ini, resmi membuka dua rumah sakit khusus. Rumah sakit tersebut adalah RS Kementerian Kesehatan Pelayanan Kanker dan Jantung yang berlokasi di Center Point of Indonesia (CPI), serta Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak yang terdapat di RS Regional Wahidin Sudirohusodo (RSWS) di kota Makassar. Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kualitas pelayanan serta fasilitas yang tersedia di kedua rumah sakit ini. Ia menegaskan bahwa pelayanan yang ditawarkan setara dengan standar hotel berbintang lima. Presiden Jokowi menjelaskan bahwa peresmian RS di kawasan CPI sangat penting, terutama bagi masyarakat di Indonesia Tengah dan Timur. Rumah sakit ini, yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan, akan menjadi pusat pelayanan unggulan dalam bidang penyakit otak, saraf, jantung, dan kanker. Dengan kapasitas hampir mencapai 1.000 tempat tidur, ia berharap rumah sakit ini dapat memberikan layanan yang memadai bagi masyarakat. Di sisi lain, Presiden juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di RSWS yang dilengkapi dengan fasilitas modern dan teknologi digital. Fasilitas yang ditawarkan dianggap sangat nyaman dengan pencahayaan yang baik serta desain interior yang mendukung, menjadikannya serupa dengan hotel bintang lima. Jokowi menyatakan, "Sering kali RSUD itu agak remang-remang, tetapi ini terang-benderang dan fasilitasnya seperti hotel dengan 263 tempat tidur untuk rawat inap dan pelayanan intensif." Ia mengungkapkan bahwa total biaya pembangunan gedung dan fasilitas rumah sakit ini mencapai Rp456 miliar, dengan tambahan biaya untuk peralatan modern dan digital yang mencapai Rp239 miliar. Dengan adanya fasilitas kesehatan yang baru, presiden sangat berharap dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Sementara itu, Direktur Utama RSWS, Prof DR dr Safri Kamsul Arif, menambahkan bahwa pembangunan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak yang memiliki tiga lantai ini dimulai sejak tahun 2022. "Dari kapasitas total sebesar 260 tempat tidur, sekitar 100 di antaranya diperuntukkan untuk rawat inap intensif dan 150 tempat tidur untuk perawatan umum," jelasnya. Dia juga mencatat bahwa biasanya terdapat sekitar 20 pasien anak setiap bulannya yang memerlukan layanan operasi, tidak hanya dari Sulawesi Selatan tetapi juga dari wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI). ANTARA