BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pangkalpinang, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memiliki peran aktif dalam menyosialisasikan pentingnya gizi seimbang untuk generasi muda. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan gizi yang optimal bagi anak-anak. Yuniar Putia Rahma, Penjabat Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, menekankan pentingnya kegiatan sosialisasi ini dilakukan agar semakin banyak warga yang menyadari akan kebutuhan gizi yang harus dipenuhi oleh anak-anak mereka. "Kami terus berupaya menyebarluaskan informasi di berbagai kalangan agar masyarakat dapat mengaplikasikan pola makan yang sehat dan bergizi di lingkungan keluarganya," ujarnya dalam sebuah pernyataan. Selain memperkenalkan konsep gizi seimbang, para pengurus dan kader TP PKK juga aktif memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan bagi remaja serta upaya pencegahan pernikahan dini. Kegiatan tersebut diadakan sebagai bagian dari program yang lebih besar untuk mendukung kesehatan masyarakat. Selanjutnya, di tanggal yang sama, TP PKK melaksanakan program *Aksi Bergizi di Sekolah*, yang diadakan di SMK Negeri 2 Pangkalpinang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya intervensi untuk menangani dan mencegah terjadinya stunting pada anak-anak. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mereka juga mendistribusikan tablet tambahan darah khususnya bagi remaja perempuan. Yuniar menjelaskan bahwa pemberian tablet tambah darah untuk remaja perempuan sangat penting, mengingat dalam sepuluh tahun ke depan, mereka akan berperan sebagai calon ibu rumah tangga. "Penting bagi mereka untuk mendapatkan edukasi sejak dini agar mereka memahami bahwa stunting adalah kondisi yang dapat dicegah melalui upaya-upaya preventif dari calon orang tua di masa depan," jelasnya. Ditegaskannya, salah satu faktor yang berpotensi menyebabkan anak lahir dengan kondisi stunting adalah adanya pernikahan dini. Oleh karena itu, dia mengimbau para orang tua untuk senantiasa menjaga dan memantau kesehatan serta pertumbuhan anak perempuan mereka, termasuk aspek-aspek terkait kesehatan reproduksi. "Kesehatan adalah investasi masa depan yang sangat berharga," tambahnya. Yuniar juga memberikan pesan kepada para remaja untuk menjaga kesehatan dan fokus pada pendidikan mereka sebagai investasi yang penting untuk masa depan. Ia mengingatkan bahwa kehidupan setelah berumah tangga tidaklah semudah yang dibayangkan, sehingga disarankan untuk meraih cita-cita dan mewujudkan impian sebelum memutuskan untuk menikah. ANTARA