**Borneonews - Jakarta**, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti betapa pentingnya kerjasama yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam sektor transportasi. Hal ini disampaikan pada peringatan Hari Perhubungan Nasional 2024.
Kedua belah pihak diharapkan untuk meningkatkan kolaborasi dalam pembangunan serta perbaikan infrastruktur transportasi, baik itu di sektor darat, laut, maupun udara. Tito menekankan, Untuk bisa membangun sistem transportasi yang efektif, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangatlah krusial. Ada pembagian tugas yang jelas. Jalan nasional dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sementara jalan provinsi dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi dengan pengawasan gubernur. Jalan kabupaten/kota berada di bawah pengawasan wali kota atau bupati yang juga menggunakan APBD kabupaten/kota.
Ia juga menegaskan bahwa masing-masing tingkatan pemerintahan memiliki tanggung jawab yang spesifik. Koordinasi yang baik antar semua level pemerintahan menjadi kunci dalam keberhasilan pembangunan infrastruktur transportasi. Disamping itu, kesamaan visi dan komitmen untuk melayani kepentingan rakyat sangat diperlukan dalam kolaborasi ini. Tito menambahkan bahwa para kepala daerah harus memiliki perhatian yang tinggi terhadap sektor yang banyak memberikan dampak bagi masyarakat luas.
"Saya mengamati, seolah perhatian terhadap pembangunan sistem transportasi ini berbeda-beda antara kepala daerah," ujarnya.
Lebih jauh, pembangunan sistem transportasi di Indonesia perlu mempertimbangkan kondisi geografis negara yang merupakan kepulauan terbesar di dunia. Tito menjelaskan bahwa karakteristik kepulauan ini secara otomatis memengaruhi sistem pembangunan transportasi. Moda transportasi udara menjadi sangat penting di negara kepulauan, selain tentu saja moda transportasi laut dan darat.
Pendapat saya, untuk menghubungkan nasional secara efektif, moda transportasi utama untuk penumpang adalah udara, sementara untuk pengiriman barang adalah laut. Moda transportasi darat sangat dipengaruhi oleh faktor demografi, ungkap Tito.
Selain itu, Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia menghadapi tantangan unik jika dibandingkan dengan negara-negara besar seperti Cina, India, dan Amerika Serikat, yang lebih banyak mengandalkan moda transportasi berbasis darat untuk konektivitas antar daerah.
"Cina adalah negara yang berbasis darat, sehingga transportasi darat menjadi prioritas utama. India juga merupakan negara berbasis darat dengan fokus yang sama. Begitu pula dengan Amerika Serikat, yang juga mengedepankan sistem transportasi darat," tambahnya.
Lebih lanjut, Tito mengungkapkan pencapaian dalam pembangunan infrastruktur yang telah diraih selama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini dapat dilihat dari perbaikan jalan, pengembangan jalan tol, serta peningkatan kualitas moda transportasi masal di terminal, pelabuhan, dan bandara.
Meskipun demikian, Tito menekankan bahwa masih banyak yang harus dilakukan, terutama dalam merubah pola pikir dan penyusunan kebijakan terkait transportasi. Kita dalam mengambil kebijakan itu berlandaskan dua hal; pertama, menyelesaikan masalah yang ada, dan kedua, mengantisipasi masalah yang kemungkinan akan muncul di masa mendatang, pungkasnya.
ANTARA
Kolaborasi Pusat dan Daerah Kunci Pembangunan Transportasi Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Komentar (0)
Memuat komentar…







