BATAM –
**Borneonews - Batam**, Sejumlah warga di Pulau Rempang, yang terletak di Kota Batam, Kepulauan Riau, melaksanakan tradisi ziarah ke makam leluhur pada hari Jumat. Kegiatan ini diadakan di Kampung Lubuk Lanjut, sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi nenek moyang mereka yang telah mendiami kawasan tersebut hingga tujuh generasi. Ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian aksi damai masyarakat Rempang, yang diadakan untuk memperingati satu tahun tragedi Pulau Rempang yang berlangsung pada tanggal 7 September 2024. Muhammad Sani, seorang tokoh masyarakat Rempang, menjelaskan pentingnya keberadaan makam dan Pohon Are (beringin) di Kampung Lubuk Lanjut. Dia menegaskan bahwa area ini adalah bukti sejarah bahwa Pulau Rempang telah dihuni oleh leluhur mereka sejak tahun 1834 Masehi. Menurut Sani, keberadaan makam-makam tersebut, yang sebagian besar berusia lebih dari 200 tahun, menegaskan bahwa tempat ini mempunyai sejarah yang kaya. "Ini adalah Kampung Lubuk Lanjut, tempat di mana orang-orang yang telah tinggal di Rempang dimakamkan; makam tersebut berada dekat dengan Pohon Ara," ujarnya. Dia juga menjelaskan bahwa dari Kampung Lubuk Lanjut, masyarakat Rempang kemudian menyebar ke berbagai daerah di sekitar pulau, melahirkan tujuh desa lainnya. Makna dari ziarah ini lebih dalam, yakni sebagai doa kepada Tuhan agar Pulau Rempang tetap dalam keadaan aman dan agar masyarakat bisa melestarikan tanah adat yang menjadi warisan leluhur mereka. Sani menyatakan pentingnya menjaga kearifan lokal dan nilai-nilai yang ada di tanah tersebut. Sebagai kelanjutan dari peringatan tragedi tersebut, pada hari Sabtu, 7 September, warga Rempang berencana menggelar aksi damai dengan pawai dan tabur bunga. Kegiatan ini juga akan dilengkapi dengan Shalat Hajat, orasi, atraksi budaya, serta nonton bersama yang menampilkan kisah masyarakat Rempang di Sembulang Hulu. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ikatan masyarakat dan menjaga pelestarian budaya serta sejarah di Pulau Rempang. ANTARA