JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Indonesia menilai bahwa keterlibatan pembiayaan dari sektor swasta sangat diperlukan untuk mencapai target emisi nol bersih (*net zero emission/NZE*). Menurut Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, pengembangan ekosistem yang baik antara pemerintah dan sektor swasta harus dilakukan secara bersamaan. Eniya memaparkan bahwa dalam sektor energi, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan investasi sebesar 40 miliar dolar AS untuk membangun infrastruktur *transmission line*. Ia menjelaskan bahwa hingga tahun 2033, PLN memperkirakan masih akan membutuhkan investasi sebesar itu. Selain itu, untuk mencapai target penyediaan energi terbarukan yang tercantum dalam Rancangan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hingga 2030, dibutuhkan tambahan investasi sekitar 80 miliar dolar AS. Total investasi yang diperlukan diproyeksikan mencapai sekitar Rp1.600 triliun. Mengingat besarnya kebutuhan pembiayaan, Eniya menekankan pentingnya peran industri dalam negeri. Ia menegaskan bahwa dukungan dari investor asing harus tetap mengutamakan penggunaan produk lokal. Hal ini harus sejalan dengan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah ditetapkan. Lebih lanjut, Eniya mengungkapkan bahwa saat ini Kementerian ESDM, berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian, sedang menyusun peta jalan (*roadmap*) yang bertujuan untuk mengarahkan keterlibatan sektor industri dalam mendukung transisi energi di Indonesia. "Kami sedang mendiskusikan secara mendetail arah yang ingin kita ambil untuk industri, karena peran industri dan swasta sangat penting dalam membantu pemerintah," ujar Eniya. Dalam sesi yang sama, Deputi Sarana dan Prasarana di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Ervan Maksum, juga menekankan pentingnya kesiapan ekosistem dan infrastruktur untuk mendukung proses transisi energi yang sedang berlangsung. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan industri dapat mempercepat pencapaian target emisi nol bersih, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan energi baru terbarukan (*renewable energy*). Ervan menambahkan, "Kita tidak bisa membangun lebih dari 2 ribu kilometer jalan tol tanpa memiliki ekosistem yang mendukung." Kesiapan gerakan ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi energi terbarukan dan meningkatkan kontribusi sektor energi terhadap perekonomian secara keseluruhan. ANTARA